Jambi, oegopost.id – proyek pengendalian banjir jambi jadi fokus utama Kementerian Pekerjaan Umum pada 2026 lewat anggaran APBN Rp60,5 miliar.
Program pengendalian banjir sungai jambi ini mencakup pembangunan sungai, tanggul, dan embung di berbagai daerah untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga pasokan air.
Anggaran Rp60,5 Miliar Digunakan untuk Infrastruktur Air
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI menjalankan 10 paket proyek di Provinsi Jambi. Mereka mengalokasikan dana Rp60,5 miliar dari APBN untuk memperkuat sistem pengendalian air.
Tim teknis di lapangan langsung memulai pekerjaan di sejumlah titik rawan banjir. Mereka menargetkan aliran sungai menjadi lebih stabil dan tidak mudah meluap saat hujan deras.
Seorang pejabat teknis menyampaikan, “Kami fokus memperbaiki titik-titik kritis agar aliran air lebih terkendali dan tidak merugikan warga.”
Sungai dan Tanggul Jadi Fokus Utama
Pekerjaan terbesar berjalan di Kota Jambi, tepatnya pada pengaman tebing Intake PDAM Aur Duri senilai Rp16,3 miliar. Proyek ini bertujuan melindungi infrastruktur air bersih dari ancaman erosi sungai.
Selain itu, tim proyek juga menangani Sungai Batang Merao yang melintasi Sungai Penuh dan Kerinci. Mereka melakukan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.
Di Kabupaten Bungo, tim proyek mengerjakan pengendalian banjir Sungai Batang Tebo. Wilayah ini sering terdampak luapan air saat musim hujan, sehingga perbaikan aliran menjadi prioritas.
Proyek Tersebar di Banyak Wilayah Jambi
Selain proyek besar, beberapa pekerjaan lain juga berjalan di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Tim proyek memperbaiki sistem pengendalian banjir di beberapa titik rawan yang sering tergenang.
Di Tanjung Jabung Barat, pemerintah membangun Embung Desa Purwodadi. Embung ini menampung air hujan dan menyediakan cadangan air saat musim kemarau.
Petugas di lapangan juga memastikan setiap proyek memiliki pengawasan ketat agar kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai rencana.
Harapan Warga terhadap Proyek Ini
Warga Jambi berharap proyek ini benar-benar mengurangi banjir yang sering terjadi setiap tahun. Mereka ingin aliran sungai lebih terkendali dan tidak lagi merendam permukiman saat hujan lebat.
Selain itu, masyarakat juga berharap embung baru bisa membantu kebutuhan air bersih di musim kemarau. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari bisa berjalan lebih lancar.
Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini bisa memberi dampak jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan warga Jambi.
Penutup
Program Rp60,5 miliar ini menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat sistem air di Jambi. Dengan perbaikan sungai, tanggul, dan embung, pemerintah ingin menekan risiko banjir sekaligus menjaga ketersediaan air untuk masyarakat.(ar)









