Merangin, oegopost.id – Kabupaten Merangin memastikan seluruh kantor camat di 24 kecamatan akan terhubung jaringan internet terintegrasi hingga akhir tahun anggaran 2026. Langkah penguatan infrastruktur digital ini bertujuan untuk mendukung penerapan pemerintahan berbasis digital serta mempermudah pelayanan dan administrasi masyarakat di tingkat kecamatan.
Asisten III Setda Merangin Hennizor menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Jaringan Intra Pemerintah Daerah di Kantor Dinas Kominfo Merangin, Kamis (17/9/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghapus area tanpa sinyal atau kondisi blank spot di seluruh wilayah kerja tingkat kecamatan.
Hennizor menyebutkan bahwa seluruh fasilitas kantor camat tidak boleh lagi menghadapi kendala akses jaringan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik harian. Menurutnya, seluruh jajaran pegawai pemerintah daerah saat ini wajib menyesuaikan pola kerja berbasis sistem digital yang serba cepat.
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem pemerintahan berbasis digital menjadi bagian penting dari langkah modernisasi birokrasi daerah secara menyeluruh. Upaya ini mempermudah koordinasi antarlembaga serta mempercepat pengolahan data publik di seluruh tingkatan pemerintahan daerah.
Rapat koordinasi strategis tersebut dihadiri langsung oleh 24 camat serta para perwakilan dari seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Merangin. Para peserta mendengarkan secara seksama pengarahan teknis mengenai rencana integrasi jaringan komunikasi pemerintah daerah tersebut.
Penataan Jaringan Terpadu Pusat Dinas Kominfo Merangin
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Merangin Akhoi menjelaskan bahwa jajarannya mulai menata tata kelola jaringan internet secara terpadu sejak tahun anggaran 2025. Program penguatan infrastruktur komunikasi ini terus berjalan secara berkesinambungan hingga tahun anggaran 2026 mendatang.
Dinas Kominfo Merangin memusatkan seluruh sambungan internet Organisasi Perangkat Daerah atau OPD ke dalam satu sistem jaringan yang terintegrasi penuh. Pola ini membuat pengawasan kualitas jaringan dan distribusi lebar pita berjalan jauh lebih efisien serta terpantau ketat oleh petugas teknis.
Akhoi menerangkan bahwa pihaknya membangun infrastruktur jaringan internet kecamatan ini dengan memanfaatkan skema anggaran perubahan tahun 2026. Pemerintah daerah bahkan merencanakan perluasan jangkauan sinyal internet terintegrasi ini hingga menyasar tingkat desa pada tahap pengembangan selanjutnya.
Ia mengimbau pihak kecamatan yang masih mengalokasikan dana kebutuhan internet secara terpisah agar segera mengalihkan anggaran tersebut pada perubahan APBD 2026. Langkah efisiensi anggaran ini memungkinkan kantor kecamatan memanfaatkan dana sisa untuk mendanai program kegiatan lain yang jauh lebih mendesak.
Kehadiran jaringan internet terpadu ini memicu pengoperasian berbagai aplikasi layanan digital secara maksimal di seluruh kantor camat. Salah satu program utama yang siap berjalan penuh yaitu aplikasi Srikandi untuk memproses tata kelola surat-menyurat dinas secara elektronik.
Akhoi optimistis seluruh program pemerintahan berbasis elektronik akan berjalan tanpa hambatan teknis begitu jaringan terpasang sempurna. Penggunaan aplikasi digital ini memangkas durasi birokrasi serta meningkatkan akurasi penyimpanan dokumen resmi pemerintah daerah Merangin.(ar)









