Pemkab Bungo Siaga Longsor di Empat Kecamatan Rawan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bungo menetapkan siaga penuh di empat kecamatan rawan longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.( Poto : ANTARA ).

Pemkab Bungo menetapkan siaga penuh di empat kecamatan rawan longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.( Poto : ANTARA ).

Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman tanah longsor dan banjir setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung memantau sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami longsor susulan.

Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan kondisi cuaca hingga Jumat masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah menetapkan status siaga di beberapa wilayah yang masuk kategori rawan longsor.

“Kondisi saat ini masih hujan. Longsor sebelumnya sudah berhasil kami tangani,” kata Zainadi di Bungo, Jumat.

Empat Kecamatan Masuk Zona Pengawasan

BPBD Kabupaten Bungo telah memetakan sejumlah titik yang berisiko tinggi mengalami longsor.

Dari hasil pemantauan tersebut, terdapat empat kecamatan yang menjadi fokus pengawasan, yakni Kecamatan Tanah Sepenggal, Limbur, Bathin III Ulu, dan Kecamatan Rantau Pandan.

Petugas BPBD bersama tim gabungan kini rutin melakukan patroli di wilayah tersebut untuk memastikan kondisi tetap aman.

Baca Juga :  Jambi Business Center Jadi Pusat Ekonomi Baru, Dorong Pertumbuhan Bisnis di Kota Jambi

Mereka juga memantau pergerakan tanah, debit air, dan potensi longsor yang dapat mengancam permukiman warga.

Selain menyiagakan personel di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bungo juga menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam rapat itu, pemerintah membahas langkah strategis penanganan bencana serta upaya percepatan evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh instansi bergerak cepat apabila hujan deras kembali memicu longsor maupun banjir di kawasan rawan.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.

Warga diminta segera mencari tempat aman apabila menemukan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari tebing.

Zainadi juga meminta masyarakat tidak memaksakan aktivitas di sekitar tebing saat hujan turun dengan durasi lama karena kondisi tanah menjadi lebih labil.

Baca Juga :  Malam Pagelaran Seni Budaya Kenduhei Sko 6 Luhah di Rio Jayo

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor agar selalu berhati-hati dan tetap waspada,” ujarnya.

Longsor Sebelumnya Tewaskan Dua Anak

Sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, pada Rabu (13/5).

Material tanah dari tebing menimbun sebuah rumah warga saat hujan deras melanda kawasan tersebut.

Dalam peristiwa itu, seorang ibu rumah tangga bernama Suryani (40) mengalami patah kaki akibat tertimbun material longsor di bagian dapur rumahnya.

Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dan langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, putrinya Revita (10), siswi kelas 4 SD, meninggal dunia setelah tim menemukan tubuhnya saat proses evakuasi berlangsung.

Adiknya, Arya (5), sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Bungo karena mengalami kondisi kritis. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Peristiwa tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Bungo meningkatkan kesiapsiagaan agar bencana serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Berita Terbaru