Jambi, oegopost.id – Produksi migas rakyat Jambi meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan mulai menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. UMKM, koperasi, dan badan usaha daerah kini mengelola sumur minyak dengan produksi yang terus bertambah.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut tren tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menaikkan produksi minyak, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah.
“Produksi akan terus kami upayakan meningkat. Kami juga menambah kapasitas penampungan agar produksi masyarakat lebih optimal,” kata Djoko.
Produksi Minyak Rakyat Terus Naik
PT Batanghari Sinar Energi di Jambi memberi kontribusi terbesar dalam produksi minyak rakyat saat ini. Perusahaan itu mengirim minyak dari sumur masyarakat hingga 2.724 barrel oil per day atau BOPD.
Angka tersebut menunjukkan pengelola sumur rakyat mulai menjalankan sistem produksi yang lebih tertata. Mereka juga terus meningkatkan kapasitas produksi di lapangan.
Saat ini, pengelola membangun kontainer portabel untuk menambah kapasitas penampungan minyak. Langkah itu membantu mereka mengantisipasi kenaikan produksi dari sumur masyarakat.
Peningkatan produksi tidak hanya terjadi di Jambi. Pengelola migas rakyat di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah juga mencatat kenaikan produksi cukup signifikan.
Melalui skema BKU atau kerja sama BUMD, koperasi, dan UMKM, produksi minyak di dua wilayah itu sudah menembus rata-rata lebih dari 300 BOPD.
UMKM dan Koperasi Mulai Raup Keuntungan
Aktivitas migas rakyat kini memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Banyak UMKM dan koperasi lokal mulai memperoleh pendapatan besar dari produksi minyak masyarakat.
BUMD, koperasi, dan pelaku usaha lokal bahkan mampu menghasilkan pendapatan hingga puluhan ribu dolar AS per hari.
Kondisi tersebut membuat sektor migas rakyat semakin menarik bagi daerah penghasil minyak. Selain membuka peluang usaha baru, aktivitas ini juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Regulasi Baru Perkuat Peran Masyarakat
Pemerintah ikut mendorong pertumbuhan migas rakyat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Aturan itu memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dan badan usaha lokal untuk terlibat langsung dalam produksi migas.
Dengan dukungan regulasi yang lebih jelas, pengelola sumur rakyat kini lebih leluasa menjalankan aktivitas produksi secara legal dan terorganisir.
SKK Migas juga melihat peluang besar dari sektor ini. Jika pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan tata kelola, produksi migas rakyat bisa mencapai ribuan BOPD di berbagai daerah.
Pengelola Mulai Perkuat Keselamatan Kerja
Pengelola sumur rakyat kini tidak hanya fokus pada produksi. Mereka juga mulai memperhatikan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Pekerja di lapangan mulai menggunakan alat pelindung diri atau APD dengan lebih tertib. Pengelola juga membangun tanggul semen untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Selain itu, mereka memasang rambu-rambu keselamatan di area produksi agar aktivitas kerja berjalan lebih aman.
Langkah tersebut menunjukkan pengelola migas rakyat mulai menjalankan produksi secara lebih serius dan berkelanjutan. Jika tren ini terus berlanjut, migas rakyat berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah sekaligus membantu produksi energi nasional.(ar)









