Merangin, oegopost.id – Isu kepala sekolah Merangin mundur muncul setelah Bupati Merangin M. Syukur melantik 237 kepala sekolah di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Sabtu (6/6/2026).
Sejumlah kepala sekolah kemudian menyampaikan keberatan atas hasil penempatan yang mereka terima setelah pelantikan.
Kabar di lingkungan pendidikan menyebutkan sebagian kepala sekolah mulai mempertimbangkan pengunduran diri. Mereka menilai lokasi tugas baru terlalu jauh dari tempat tinggal masing-masing.
Penempatan Jauh Jadi Keluhan Utama
Pemerintah Kabupaten Merangin memindahkan sejumlah kepala sekolah dari Kecamatan Tabir dan wilayah sekitarnya ke daerah yang lebih jauh. Wilayah penempatan mencakup Jangkat Timur, Jangkat, hingga Muara Siau.
Para kepala sekolah menilai jarak tempuh tersebut terlalu berat untuk kegiatan operasional harian. Mereka juga menyoroti kondisi geografis yang menyulitkan mobilitas menuju sekolah.
Sebagian kepala sekolah menyampaikan bahwa mereka akan kembali menjadi guru biasa jika tetap bertugas di lokasi tersebut. Mereka menilai kondisi itu lebih sesuai di banding menjalankan jabatan kepala sekolah di wilayah baru.
Sejumlah kepala sekolah mengaku tidak memperoleh penjelasan rinci sebelum pelantikan berlangsung. Mereka baru mengetahui lokasi penugasan setelah pengumuman resmi keluar.
Situasi ini memicu kekecewaan karena mereka menilai proses penempatan tidak berjalan secara transparan. Kondisi tersebut juga memperkuat ketidakpuasan di kalangan kepala sekolah yang terdampak mutasi.
Isu Setoran Jabatan Ikut Muncul
Di tengah polemik penempatan, isu dugaan setoran jabatan dalam proses mutasi kepala sekolah ikut beredar di masyarakat dan lingkungan pendidikan Kabupaten Merangin.
Namun hingga kini, tidak ada pihak yang menyampaikan bukti atau pernyataan resmi yang menguatkan isu tersebut. Informasi itu masih berkembang tanpa konfirmasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Dr. Misrinadi, meminta publik mengonfirmasi detail teknis kepada bidang yang menangani langsung proses tersebut.
“Soal pelantikan bisa langsung konfirmasi ke Kabid Dikdas. Bukan saya tidak melindungi anak buah saya, tetapi yang lebih mengetahui adalah Kabid Dikdas,” ujar Misrinadi.
Hingga berita ini di susun, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Merangin, Muhammad Tabri, belum memberikan penjelasan terkait jumlah kepala sekolah yang berencana mundur maupun mekanisme penempatan. Ia juga belum merespons konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp.
237 Kepala Sekolah Telah Di lantik
Bupati Merangin melantik 237 kepala sekolah dalam prosesi tersebut. Data pelantikan mencatat 7 kepala TK, 186 kepala SD, dan 44 kepala SMP.
Pemerintah daerah menyebut pelantikan itu sebagai bagian dari penataan dan rotasi jabatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Merangin.
Sejumlah pihak meminta pemerintah daerah membuka informasi mekanisme penempatan kepala sekolah secara lebih jelas. Mereka menilai keterbukaan penting untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas dunia pendidikan.
Hingga saat ini, belum ada kepastian jumlah kepala sekolah yang benar-benar mengajukan pengunduran diri. Situasi di lapangan masih terus berkembang setelah pelantikan berlangsung.(ar)









