Kerinci, oegopost.id – jemaah haji Kerinci kembali menjadi perhatian setelah Khairusni Bilal Usman (67) meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arafah, Arab Saudi. Peristiwa ini terjadi ketika jamaah sedang menjalani rangkaian puncak haji yang cukup padat dan melelahkan.
Bupati Kerinci Monadi langsung menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga diberi kekuatan,” kata Monadi.
Kondisi Mendadak Saat Berada di Tenda Arafah
Kejadian bermula ketika almarhumah berada di tenda pemondokan kawasan Arafah bersama suaminya. Tiba-tiba ia mengeluh lemas dan sesak napas.
Beberapa jemaah yang berada di lokasi langsung melapor ke petugas kesehatan kloter. Tim medis segera datang ke lokasi dan memeriksa kondisi pasien.
Saat melakukan pemeriksaan awal, petugas tidak lagi menemukan denyut nadi. Mereka langsung melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa, termasuk menggunakan alat AED atau kejut jantung otomatis.
Salah satu petugas kesehatan mengatakan, “Kami langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Semua langkah penanganan darurat kami lakukan di lokasi.”
Namun, kondisi almarhumah tidak menunjukkan respons. Tim medis akhirnya menyatakan ia meninggal dunia di tempat.
Penyebab Kematian: Gangguan Jantung Akut
Dokumen Certificate of Death dengan standar ICD-10 mencatat gangguan jantung akut sebagai penyebab utama kematian.
Sebelumnya, almarhumah juga sempat memeriksakan kesehatan dua kali selama berada di Tanah Suci. Pada 16 Mei 2026, ia datang dengan keluhan gangguan pencernaan. Lalu pada 22 Mei 2026, ia kembali mendapat penanganan karena nyeri punggung bawah.
Meski tim medis sudah memberikan layanan kesehatan, kondisi fisik jemaah tetap rentan karena aktivitas ibadah yang padat dan cuaca panas di Arab Saudi.
Pemerintah Pastikan Ibadah Dibadalkan
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan bahwa pihaknya langsung menyiapkan badal haji untuk almarhumah melalui petugas resmi.
Ia juga menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan.
“Semoga almarhumah mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah,” ujarnya.
Pihaknya juga terus memantau kondisi jemaah lain di Kloter BTH-19 agar layanan kesehatan berjalan optimal.
Jaga Kondisi Selama Ibadah Haji
Bupati Monadi kembali mengingatkan jemaah haji asal Kerinci agar menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah.
Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri dan selalu memperhatikan asupan makan serta cairan.
“Kalau tubuh mulai terasa tidak enak, segera lapor ke tim kesehatan. Jangan ditunda,” tegasnya.
Imbauan ini ia sampaikan karena cuaca panas ekstrem dan aktivitas ibadah bisa cepat membuat tubuh kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia.(ar)









