Jejak Perjuangan Elva Gemita, Perempuan yang Mengabdikan Hidup untuk Hutan Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elva Gemita menjadi warisan penting konservasi Sumatera melalui riset, restorasi hutan, dan perlindungan satwa liar.( poto : halojambi.com )

Elva Gemita menjadi warisan penting konservasi Sumatera melalui riset, restorasi hutan, dan perlindungan satwa liar.( poto : halojambi.com )

Jambi, oegopost.id – Jejak perjuangan Elva Gemita menjadi salah satu kisah penting dalam dunia konservasi Indonesia.

Meski tidak menempuh jalur akademik hingga tuntas di bidang biologi atau kehutanan, Elva membangun pengaruh besar lewat kerja lapangan, kepemimpinan, dan dedikasi panjang untuk menjaga hutan serta satwa liar di Sumatera.

Perjalanan itu dimulai pada 2003 ketika Elva bergabung sebagai asisten peneliti dalam Proyek Harimau Jambi yang dikelola Zoological Society of London. Dari titik awal tersebut, ia mengasah kemampuan yang menjadi fondasi karier konservasinya.

Di tengah hutan, Elva mempelajari cara membaca jejak kaki satwa, mengidentifikasi feses, mengoperasikan jebakan kamera, hingga membongkar jerat ilegal yang mengancam kehidupan satwa liar. Pengalaman lapangan itu membentuk karakter dan pendekatan kerjanya selama bertahun-tahun.

Tomi Ariyanto, yang pernah bekerja bersama Elva pada masa itu, mengenang sosoknya sebagai pemimpin yang hadir langsung di lapangan. Menurutnya, Elva tidak hanya memberi arahan, tetapi juga ikut bekerja dan menjaga semangat tim saat menghadapi tantangan konservasi.

Berangkat dari Lapangan, Menembus Pendidikan Internasional

Karier Elva terus berkembang setelah pengalaman awal di Jambi. Ia kemudian menjabat sebagai Manajer Lapangan di Durrell Institute of Conservation and Ecology yang bekerja sama dengan Flora and Fauna International.

Baca Juga :  19,17 Persen Warga Kota Jambi Belum Terlayani Air Bersih, DPRD Dorong Pemerataan Infrastruktur

Setelah itu, Elva mendapat peran sebagai Koordinator Tim di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Pengalaman tersebut memperluas jejaring sekaligus memperkuat kapasitasnya dalam pengelolaan konservasi.

Pada 2016, Elva meraih kesempatan besar melalui program beasiswa dan melanjutkan pendidikan di Inggris. Ia menyelesaikan gelar Magister Manajemen Proyek Konservasi di University of Kent.

Pencapaian itu menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Latar belakang yang sederhana tidak membatasi langkah Elva untuk berkembang di tingkat internasional.

Iding Haidir, Ketua Forum Harimau Kita, mengaku mendapat inspirasi dari perjalanan Elva hingga akhirnya memperoleh kesempatan pendidikan ke Oxford. Ia menilai Elva berhasil menunjukkan bahwa asal daerah dan keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi di luar negeri.

Peran Besar di Hutan Harapan

Kontribusi terbesar Elva hadir melalui pekerjaannya di Hutan Harapan, Sumatera. Sejak 2010, ia memimpin Departemen Lingkungan, Penelitian, dan Pengembangan.

Di kawasan itu, Elva tidak hanya menjalankan penelitian tentang harimau dan gajah Sumatera. Ia juga membangun hubungan kerja antara masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan lembaga donor internasional.

Baca Juga :  PKMMB Muara Bungo Tegaskan Status, Ini Penjelasannya

Pendekatan tersebut membantu memperkuat model restorasi ekosistem yang kemudian mendapat pengakuan luas di kawasan Asia Tenggara. Hutan Harapan berkembang menjadi contoh penting dalam upaya pemulihan hutan dataran rendah.

Adam Aziz, Direktur Hutan Harapan, menggambarkan Elva sebagai sosok pejuang bagi hutan yang tersisa. Ia menilai kontribusi Elva memberi dampak nyata bagi penyelamatan biodiversitas.

Salah satu pesan yang paling melekat dari Elva adalah keyakinannya bahwa perlindungan keanekaragaman hayati membutuhkan peran perempuan. Kalimat itu sederhana, tetapi tercermin dalam seluruh perjalanan kariernya.

Selama lebih dari dua dekade, Elva memilih bekerja di ruang yang sering luput dari perhatian publik. Ia hadir dalam penelitian, pendampingan lapangan, hingga membangun sistem kerja yang melibatkan banyak pihak.

Sunarto, ahli ekologi satwa liar yang pernah bekerja bersama Elva di Kerinci-Seblat, menyebut kepergian Elva meninggalkan kehilangan besar bagi dunia konservasi.

Namun warisan Elva tidak berhenti pada sosoknya. Jejaknya tetap hidup dalam data penelitian, kebijakan konservasi, orang-orang yang pernah belajar darinya, serta hutan Sumatera yang masih berdiri hingga hari ini.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Muaro Jambi Kenalkan Call Center 110 di Mendalo Darat
Kapolda dan Kajati Jambi Bahas Penegakan Hukum Transparan
Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur
Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi
Pemkot Jambi Salurkan Bansos Beras Tahap 4 untuk 49 Ribu KPM
Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Rayakan Hari Santri di Bungo
Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026
Cuaca Jambi Hari Ini: Kerinci Hujan, Sarolangun Tembus 36 Derajat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Polres Muaro Jambi Kenalkan Call Center 110 di Mendalo Darat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kapolda dan Kajati Jambi Bahas Penegakan Hukum Transparan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pemkot Jambi Salurkan Bansos Beras Tahap 4 untuk 49 Ribu KPM

Berita Terbaru

Ilustarsi Seorang pemuda melihat kotak iPhone 18 yang dipajang di etalase toko elektronik Charsou Mall, Teheran.(poto: AI).

Gadget

iPhone 18 Masuk Pasar Gelap Iran Meski Ditekan Sanksi

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.(poto: istimewa).

Internasional

Panas Pemilu Israel: Netanyahu dan Rival Saling Serang Pakai AI

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:41 WIB

Simulasi empat agen AI Gemini saat berkoordinasi melawan Ender Dragon di game Minecraft.(poto: AI).

Games

Empat Agen AI Gemini Sukses Tamatkan Minecraft

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:51 WIB

Ilustrasi Gamer memainkan game via Xbox Cloud Playtime di smartphone dengan kuota waktu tanpa konsol fisik di ruang keluarga.(poto: AI).

Games

Xbox Uji Cloud Playtime, Main Game Tanpa Konsol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:46 WIB