Jambi, oeg0post.id –Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi terus mendorong pengembangan Kekayaan Intelektual. Instansi ini mempercepat langkah tersebut dengan mendampingi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).
Program Indikasi Geografis Bisa Ekspor menjadi fokus utama kegiatan ini. Tim menggelar pendampingan secara daring pada Senin (13/4/2026). Kepala Divisi Pelayanan Hukum Diana Yuli Astuti, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Amat Djoemadi, serta tim Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jambi hadir langsung dalam kegiatan ini.
Tim menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui pendampingan ini. DJKI menargetkan MPIG agar siap menembus pasar ekspor.
Kerja Sama Perkuat Daya Saing
DJKI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan untuk menjalankan program ini. Pemerintah meningkatkan kapasitas pelaku MPIG melalui kolaborasi tersebut. Selain itu, pemerintah mendorong pelaku agar mampu bersaing di pasar global.
Tim mengadakan rapat dan pembinaan secara daring selama proses pendampingan. Tim membimbing peserta menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan ciri khas daerah. Program ini juga mendukung Desa BISA Ekspor yang mendorong produk lokal masuk ke pasar internasional.
Selain menyampaikan teori, tim juga melatih peserta memahami standar ekspor secara praktis. Selanjutnya, tim memfokuskan pendampingan pada desa penghasil produk Indikasi Geografis.
. Dalam proses tersebut, tim membimbing MPIG agar menjaga kualitas produk secara konsisten. Selain itu, tim mengajarkan peserta memanfaatkan label Indikasi Geografis sebagai nilai jual.
Produk Unggulan Jambi Ikut Program
Sejumlah produk unggulan Jambi ikut program ini, seperti Kayumanis Koerintji Jambi, Kopi Robusta Masurai Sei Tenang Jangkat, Pinang Betara Tanjung Jabung Barat, Kopi Arabika Puncak Kerinci, dan Nanas Tangkit Baru.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Diana Yuli Astuti menegaskan pentingnya program ini. Ia menyatakan program ini meningkatkan nilai tambah produk daerah sekaligus membuka peluang ekspor.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Amat Djoemadi menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program.
Melalui pendampingan ini, pemerintah menargetkan produk Jambi semakin dikenal di pasar global. Pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat identitas dan kearifan lokal.***









