Jambi, oegopost.id – Pada peringatan Hari Buruh 2026, Pemerintah Provinsi Jambi hadir langsung di tengah massa aksi yang berlangsung di Kantor Gubernur Jambi. Selain itu, pemerintah juga membuka ruang dialog untuk menampung seluruh aspirasi buruh dan mahasiswa yang menyuarakan tuntutan mereka.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jambi, Ismed Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap para pekerja. Dengan demikian, seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan dibawa ke pembahasan lanjutan.
“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi buruh, dan selanjutnya semua masukan akan kami tindak lanjuti,” ujar Ismed di Kota Jambi, Jumat.
Aksi Berlangsung Tertib dan Mendapat Apresiasi
Selain itu, Ismed mengapresiasi sikap para buruh dan mahasiswa yang menyampaikan pendapat secara tertib. Menurutnya, aksi tersebut berjalan dengan baik karena peserta tetap menjaga etika dan ketertiban selama menyuarakan tuntutan.
Sementara itu, pemerintah daerah telah mencatat seluruh poin aspirasi yang disampaikan. Kemudian, Pemprov Jambi menjadwalkan pembahasan lanjutan pada awal Mei 2026 untuk membahas solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Semua poin akan kami bahas dalam forum lanjutan yang sudah kami jadwalkan,” tambahnya.
Buruh Sampaikan Tuntutan Kebijakan Ketenagakerjaan
Di sisi lain, Koordinator aksi, Sarwadi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal seluruh tuntutan buruh di Jambi. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah nyata untuk menjawab berbagai persoalan yang terjadi.
Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan meliputi pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang baru, serta pengesahan RUU Perampasan Aset. Selain itu, massa aksi juga mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 dan penghapusan sistem alih daya.
Tidak hanya itu, mereka juga menolak kebijakan upah murah, serta meminta percepatan reforma agraria. Lebih lanjut, mereka mendesak penyelesaian konflik lahan di Jambi dan pembagian hasil sitaan Satgas PKH kepada masyarakat miskin.
Terakhir, mereka juga menuntut percepatan pertumbuhan ekonomi guna menekan angka pengangguran. “Harapannya, momentum Hari Buruh ini membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan pekerja,” kata Sarwadi.
Aparat Pastikan Aksi Berjalan Aman
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan terkendali. Polresta Jambi mengamankan kegiatan di empat titik lokasi, yakni Kantor Gubernur Jambi, Tugu Keris Siginjai, Hutan Kota, dan area eks MTQ Jambi.
Selain itu, Kabag Ops Polresta Jambi, Kompol Yumika Putra, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 450 personel gabungan. Dengan demikian, pengamanan melibatkan Polresta Jambi, Brimob, dan Samapta Polda Jambi.
Akhirnya, seluruh rangkaian aksi berjalan tertib tanpa gangguan berarti, sehingga situasi Kota Jambi tetap kondusif.(ar)









