Jambi, oegopost.id – Gubernur Jambi Al Haris menegur keras aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah provinsi karena mereka tetap masuk kantor saat kebijakan bekerja dari rumah berlaku pada Kamis (23/7/2026). Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home ini menargetkan penghematan anggaran operasional instansi secara signifikan.
Kepala daerah tersebut menilai tindakan pegawai yang masih mendatangi kantor mencederai esensi utama efisiensi. Ia memandang kehadiran fisik di ruang kerja justru membuat seluruh rangkaian penghematan belanja operasional menjadi sia-sia belaka.
Pemerintah Provinsi Jambi menghentikan seluruh aktivitas kedinasan di gedung perkantoran secara total. Pihaknya mengambil langkah ini agar mereka bisa mengistirahatkan pemanfaatan fasilitas negara sementara waktu demi menekan pengeluaran rutin.
Penghentian Total Fasilitas Operasional Kantor Pemerintah
Pemerintah daerah meminta instansi terkait menghentikan berbagai macam pengeluaran yang tidak mendesak selama masa penyesuaian kerja tersebut. Pihak pengelola memadamkan seluruh aliran listrik serta pendingin ruangan secara menyeluruh tanpa terkecuali.
Selain itu, pegawai menyetop penggunaan fasilitas air bersih dan kendaraan dinas operasional untuk memangkas konsumsi bahan bakar minyak. Pemerintah juga memangkas habis biaya belanja makan dan minum harian, termasuk pengadaan konsumsi rapat.
Seluruh jajaran organisasi perangkat daerah wajib menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan instruksi penghematan anggaran ini. Para pegawai memerlukan konsistensi tinggi agar kebijakan tersebut berdampak langsung pada keuangan daerah.
Pemerintah harus mengalokasikan dana transfer daerah yang terbatas secara cermat untuk kepentingan masyarakat luas yang lebih mendesak. Penghematan dari sektor operasional kantor mewujudkan langkah strategis penyelamatan anggaran tahun ini.(ar)









