Evaluator UNESCO Tergusur Saat Main Ular Tangga Geopark Merangin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ceria mewarnai kegiatan sosialisasi edukasi Geopark di SDN 160/VI Pasar Masurai III.(poto: meranginkab.go.id).

Suasana ceria mewarnai kegiatan sosialisasi edukasi Geopark di SDN 160/VI Pasar Masurai III.(poto: meranginkab.go.id).

Merangin, oegopost.id – Suasana ceria mewarnai kegiatan sosialisasi edukasi Geopark di SDN 160/VI Pasar Masurai III, Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai. Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGG) mendadak tersingkir saat menjajal permainan ular tangga edukatif buatan Badan Pengelola (BP) Geopark Merangin-Jambi.

Kedua penilai internasional tersebut yakni Prof. Dr. Yongmun Jeon asal Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee asal Monts D’Ardèche UGG (Prancis). Keduanya harus menerima kenyataan keluar dari papan permainan lantaran gagal menjawab pertanyaan pemandu hingga hitungan ketiga.

Nicolas Klee Tersingkir Pertama Di Petak Ketiga

Dalam permainan ini, setiap peserta melangkah sesuai jumlah angka dadu yang mereka lemparkan ke papan permainan. Papan permainan tersebut menyediakan dua tantangan utama, yaitu menebak gambar objek wisata atau menjawab pertanyaan seputar potensi Geopark Merangin-Jambi.

Mr. Nicolas Klee menjadi peserta pertama yang harus gugur setelah mendarat di petak nomor tiga. Ia gagal menyebutkan jumlah danau vulkanik yang membentang di puncak Gunung Masurai secara tepat.

“Satu ya? Oh salah? Berapa? Ada tiga? Oh saya tidak tahu,” ujar Nicolas yang langsung memancing gelak tawa seluruh peserta di lokasi.

Baca Juga :  Pelepat Ilir Sambut HUT Ke-81 RI Lewat Pawai Pembangunan di Purwosari

Ketidaktahuan penilai asal Prancis tersebut membuat ruang kelas langsung dipenuhi riuh tawa para siswa dan guru. Nicolas pun dengan lapang dada melangkahkan kaki keluar dari area papan permainan ular tangga tersebut.

Prof Yongmun Bertahan Hingga Soal Materi Adat

Sementara itu, Prof. Yongmun Jeon menunjukkan ketahanan yang lebih baik dengan melompati dua tantangan awal. Pakar geologi ini menjawab dengan tepat pertanyaan pertama mengenai usia fosil kayu Merangin yang mencapai ratusan juta tahun.

Nicolas sempat berseloroh menyela jawaban rekannya tersebut untuk mencairkan suasana di dalam ruangan. “Bukan, jawabannya spesifik 396 juta tahun,” potong Nicolas yang kembali memicu gelak tawa penonton.

Pada tantangan kedua, Prof. Yongmun berhasil menjelaskan proses pembentukan batuan Merangin melalui aktivitas vulkanik dan sedimentasi. Keahlian latar belakang geologinya membantu dirinya melewati tantangan tersebut dengan sangat mudah dan meyakinkan.

Namun, langkah Prof. Yongmun akhirnya terhenti pada pertanyaan ketiga mengenai masyarakat adat pengelola hutan konservasi. Ia tidak mampu menyebutkan nama kelompok masyarakat adat yang mendapat pengakuan dunia tersebut hingga hitungan ketiga selesai.

Baca Juga :  Disdik Kota Jambi Tegaskan Seluruh Guru Wajib ASN, Rekrutmen Honorer Dihentikan

“Kenapa pertanyaannya sulit sekali? Saya tidak bisa menjawab. Apa jawabannya?” tanya Yongmun polos usai dinyatakan gugur dari permainan.

Pemandu permainan sekaligus guru SDN 160/VI Pasar Masurai III, Siti Novia Wati, langsung memberikan jawaban yang benar. Ia menjelaskan kepada seluruh hadirin bahwa jawaban tepat untuk pertanyaan tersebut adalah Masyarakat Adat Serampas.

Keseruan Siswa Menjajal Kartu Edukasi Geopark Merangin

Selain permainan ular tangga, kedua evaluator dunia ini juga menjajal permainan kartu edukasi Geopark. Dalam sesi ini, para siswa berlomba menghafal 24 karakter kartu yang berisi istilah dan penjelasan lengkap seputar kawasan Geopark Merangin-Jambi.

Para siswa saling beradu cepat menebak dan mencocokkan kartu yang dibacakan oleh pemandu acara. Peserta yang paling cepat dan akurat mencocokkan kartu berhasil keluar sebagai pemenang dalam kompetisi interaktif tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan edukasi interaktif ini ditutup dengan sesi foto bersama di halaman sekolah. Para evaluator UNESCO mengabadikan momen hangat tersebut bersama jajaran pengelola Geopark Merangin-Jambi, para guru, serta seluruh siswa SDN 160/VI Pasar Masurai III.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang
Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka
Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas
Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi
Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci
Polres Tebo Sapu Bersih Tambang Emas Ilegal di Aliran Sungai Batanghari
Kanwil Kemenkum Jambi dan BRIDA Sepakati Pelindungan Kekayaan Intelektual
Wagub Jambi Abdullah Sani Ajak Masyarakat Perkuat Peran Adat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci

Berita Terbaru

Sinsen menggelar program Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo untuk membekali siswa teknologi modern Honda dan standar pelayanan AHASS.(poto: ampar.id).

Otomotif

Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:46 WIB