Muaro Jambi, oegopost.id – Pramuka garuda jambi menjadi sorotan setelah Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menerima penghargaan dari Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jambi atas dukungan terhadap kebijakan penetapan Pramuka Garuda sebagai jalur prestasi non-akademik dalam SPMB SMAN dan SMKN Tahun Ajaran 2026/2027.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam pembukaan Jambore Daerah Jambi 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Moesa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jambi.
Kebijakan Disdik Jambi yang memasukkan Pramuka Garuda sebagai jalur prestasi non-akademik memberi ruang baru bagi peserta didik di Provinsi Jambi.
Melalui kebijakan ini, capaian dalam kegiatan kepramukaan tidak lagi dipandang sekadar aktivitas ekstrakurikuler.
Pemerintah daerah menempatkan Pramuka Garuda sebagai bentuk prestasi yang sah dalam seleksi masuk SMA dan SMK negeri.
Langkah ini memperluas indikator penilaian siswa, tidak hanya berdasarkan nilai akademik.
Pramuka Garuda Jadi Standar Prestasi Tertinggi
Pramuka Garuda merupakan tingkatan tertinggi dalam setiap golongan kepramukaan. Untuk mencapainya, anggota Pramuka harus melalui proses pembinaan yang panjang dan berjenjang.
Proses tersebut mencakup pelatihan, pengujian kecakapan, kedisiplinan, pengabdian, hingga pembuktian kemampuan dalam berbagai kegiatan. Karena itu, pencapaian Pramuka Garuda dianggap memiliki nilai pembentukan karakter yang kuat.
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa Jambore Daerah bukan hanya kegiatan berkemah. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran karakter bagi anggota Pramuka, khususnya golongan Penggalang.
Menurutnya, peserta Jambore dapat menunjukkan hasil latihan yang mereka peroleh selama ini. Mulai dari sikap, etika, disiplin, hingga kemampuan kepemimpinan dalam kelompok.
“Jambore ini menjadi tempat bagi adik-adik kita untuk menunjukkan apa yang selama ini mereka dapatkan dalam latihan Pramuka,” ujar Al Haris.
Penguatan Nilai Kebangsaan dan Kemandirian
Al Haris juga menekankan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tangguh. Ia berharap peserta Jambore Daerah Jambi 2026 dapat tumbuh menjadi generasi mandiri, berakhlak, dan memiliki jiwa patriotik.
Ia menilai nilai-nilai dalam Pramuka masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman. Gerakan ini di nilai mampu membantu pemerintah dalam membina karakter pelajar agar memiliki kecerdasan, keterampilan, dan jiwa kebangsaan yang kuat.
“Lima atau sepuluh tahun ke depan, anak-anak inilah yang akan menjadi penerus bangsa,” kata Al Haris.
Penghargaan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menjadi bentuk pengakuan atas integrasi pendidikan karakter dalam sistem pendidikan daerah.
Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pembinaan karakter melalui kegiatan kepramukaan.
Kegiatan di sekolah menjadi titik awal pembentukan nilai-nilai dasar Pramuka. Mulai dari baris-berbaris, simpul, sandi, penjelajahan, pertolongan pertama, hingga kerja sama tim dan kepemimpinan regu.
Jambore Daerah Jambi 2026 turut di hadiri unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, jajaran Kwarda Jambi, serta kepala daerah se-Provinsi Jambi. Kegiatan ini memperlihatkan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pendidikan karakter.
Ketua Kwarda Jambi, Dr. H. Sudirman, serta para bupati dan wali kota juga hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut.(ar)









