Jambi, oegopost.id – Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jambi menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Jambi. Aktivitas demo GMNI Jambi DPRD tersebut berjalan dinamis namun tetap menjaga situasi tetap kondusif. Mahasiswa menyuarakan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah sebelum akhirnya pimpinan dewan mengajak mereka masuk ke ruang dialog terbuka.
Pertemuan interaktif tersebut berlangsung selama lebih dari satu jam di dalam gedung wakil rakyat. Kedua belah pihak menciptakan ruang komunikasi yang sangat terbuka, hangat, dan sarat dengan semangat demokrasi. Mereka saling mengadu gagasan secara sehat mengenai berbagai persoalan krusial yang tengah menjadi perhatian publik saat ini.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah memimpin langsung jalannya pertemuan penting tersebut. Tiga unsur pimpinan legislatif lainnya juga ikut mendampingi secara penuh di lokasi dialog. Mereka adalah Wakil Ketua I Ivan Wirata, Wakil Ketua II Samsul Riduan, serta Wakil Ketua III Rusli Kemal Siregar.
Tuntutan Mahasiswa Soal Program Makan Bergizi
Massa aksi membawa tujuh tuntutan utama terkait ragam kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. Pimpinan dewan sengaja memberikan ruang seluas-luasnya kepada perwakilan mahasiswa untuk memaparkan lembar aspirasi mereka. Pemuda menyampaikan kritik serta masukan penting yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan masyarakat luas.
Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah pusat menempatkan kebijakan strategis nasional ini sebagai salah satu agenda prioritas utama saat ini. Mahasiswa memandang program berskala masif tersebut memerlukan pengawasan melekat agar tidak salah sasaran.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata membeberkan alasan logisnya turun ke jalan sejak awal demonstrasi. Langkah responsif tersebut muncul setelah dirinya mencermati pergerakan massa di area luar gedung. Ia melihat keberadaan kelompok ibu-ibu pekerja sekaligus penerima manfaat program MBG yang berniat menyuarakan aspirasi mereka.
Ivan Wirata Siap Mengawal Anggaran Secara Ketat
Ivan menyatakan bahwa mendengar suara rakyat merupakan kewajiban mutlak bagi setiap anggota legislatif. Sebagai kader Partai Golkar, ia menegaskan komitmen penuh untuk menyokong seluruh program yang bertujuan menyejahterakan masyarakat daerah. Ia memandang Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun, Ivan juga mengingatkan bahwa dukungan politik ini wajib berjalan beriringan dengan sistem kontrol yang ketat. Anggota dewan harus memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan secara profesional, transparan, dan bersih. Program mulia tersebut tidak boleh tercoreng oleh praktik korupsi maupun tindakan pemborosan anggaran negara.
Politisi tersebut menyatakan siap pasang badan demi menjaga kelancaran implementasi program prioritas tersebut. Ia mensyaratkan prinsip zero korupsi, zero markup, serta efisiensi anggaran dalam pengelolaan program pangan ini. Pihaknya berjanji akan mengevaluasi pelaksanaan teknis secara berkala agar masyarakat merasakan manfaat gizi yang optimal.
DPRD Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Dana Siluman
Ketua DPC GMNI Jambi Ludwig meluruskan stigma negatif terkait gerakan turun ke jalan yang mereka pelopori. Ia menegaskan bahwa aksi moral tersebut sama sekali tidak memuat sentimen kebencian personal terhadap pimpinan dewan. Ludwig secara khusus menyebut hubungan mereka dengan Ivan Wirata yang populer dengan julukan Duta MBG tetap terjaga baik.
Mahasiswa bergerak murni untuk menjalankan amanat organisasi sebagai agen kontrol sosial terhadap setiap kebijakan publik. Mereka menuntut tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel demi menjamin hak-hak rakyat terlindungi. Kritik berkala menjadi instrumen penting bagi pemuda untuk merawat jalannya sistem demokrasi yang sehat.
Pada momen yang sama, Ketua Organisasi TINDAK Wiranto Manalu turut menyelipkan satu isu lokal yang mendesak. Ia memaparkan dugaan keberadaan dana siluman dengan nilai fantastis mencapai Rp58 miliar di daerah. Wiranto mendesak DPRD Provinsi Jambi memberikan atensi serius guna menjaga kepercayaan publik terhadap kebersihan birokrasi daerah.
Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara tertib di koridor hukum. Ia menjamin institusinya akan merespons cepat seluruh poin tuntutan yang masuk ke meja dewan. Badan legislatif segera membawa draf aspirasi tersebut ke dalam rapat internal bersama seluruh anggota dewan sesuai tata tertib yang berlaku.
Wakil Ketua II Samsul Riduan menyepakati perlunya insting kritis dan rasa curiga dari kalangan mahasiswa terhadap arah kebijakan pemerintah. Hal itu merupakan pilar utama aksi moral yang wajib terus tumbuh di lingkungan kampus.
Kendati demikian, Samsul mengingatkan bahwa pimpinan tidak bisa secara sepihak mengetok keputusan politik krusial seperti pengajuan hak interpelasi tanpa forum paripurna bersama seluruh fraksi.(ar)









