Jakarta, oegopost.id – Taipei GTA buatan AI langsung mencuri perhatian komunitas gamer global sejak peluncuran perdananya pada 1 Oktober 2026. Game indie mirip Grand Theft Auto ini berhasil mencatatkan rekor fantastis dengan mengumpulkan 1,2 juta pemain aktif secara bersamaan hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Ketersediaan akses yang sangat fleksibel menjadi alasan utama lonjakan pemain dalam waktu singkat. Para gamer dapat memainkan game ini secara gratis melalui peramban di komputer maupun ponsel pintar tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.
Kemudahan tersebut membuat siapa saja dapat langsung menjelajahi dunia permainan bermodalkan jaringan internet yang stabil. Pengguna cukup membuka tautan Vercel App untuk menikmati petualangan seru tanpa kendala ruang penyimpanan perangkat.
Dukungan bahasa Inggris mendampingi bahasa Mandarin selaku bahasa utama permainan. Kehadiran opsi dwibahasa ini membuka jalan bagi para pemain dari berbagai penjuru dunia untuk ikut bergabung.
Pengembangan Mandiri Memakai Kecerdasan Buatan dan Bahasa Natural
Pengembang independen beridentitas aicodewithme memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara intensif selama masa perancangan sistem permainan. Menurut laporan TomsHardware, sang kreator menggelontorkan dana sekitar 10.000 dollar AS atau setara Rp 178 juta untuk membeli token AI.
Kreator menerapkan metode pengembangan mutakhir yang terkenal dengan sebutan vibe coding. Melalui pendekatan ini, pengembang cukup memberikan instruksi memakai bahasa percakapan sehari-hari kepada AI untuk memproduksi dan memodifikasi baris kode program.
Langkah inovatif tersebut memangkas kerumitan teknis penyusunan perangkat lunak konvensional. Hasilnya, game mampu beroperasi mulus di browser dan menyuguhkan grafis tiga dimensi yang cukup memukau bagi pengguna mobile.
Kisah dalam game menempatkan pemain sebagai sosok pemuda yang merantau ke pusat kota. Tokoh utama mengemban misi penting untuk membantu sang nenek mempertahankan jalanan permukiman tua dari ancaman gusuran proyek modernisasi kota.
Eksplorasi Dunia Terbuka Menjelajahi Sudut Ikonik Taiwan
Game ini mengadaptasi atmosfer ibu kota Taiwan sebagai arena petualangan utama pemain. Pemilihan latar Asia ini menghadirkan nuansa berbeda dibanding seri GTA orisinal yang umumnya mengusung replika kota-kota besar di Amerika Serikat.
Pemain dapat menemukan beragam lokasi ikonik nyata seperti Ximending, Taipei Main Station, hingga gedung pencakar langit Taipei 101. Kawasan bersejarah semacam Kuil Longshan, Pasar Malam Shilin, sampai jalan protokol Songren Road turut memeriahkan lanskap permainan.
Pengembang sengaja merombak skala jarak dan posisi jalan demi menjaga ritme gameplay tetap dinamis. Penyesuaian tata letak ruang tersebut memberi kenyamanan ekstra bagi pemain saat berkeliling menyelesaikan berbagai rintangan.
Mekanisme permainan mengadopsi format dunia terbuka yang memberi kebebasan penuh bagi para pengguna. Pemain leluasa menjelajah jalanan dengan berjalan kaki, mengendarai skuter lincah, maupun memacu mobil kencang.
Setiap tindakan pencurian kendaraan jalanan akan memicu respons cepat dari aparat kepolisian setempat. Sistem kejaran polisi yang menegangkan ini membangkitkan nostalgia kuat bagi para pencinta game bergenre aksi kriminal.
Suasana kota terasa semakin hidup berkat kehadiran elemen dinamis seperti lampu lalu lintas, toko swalayan, serta pejalan kaki yang membuka payung saat hujan turun. Pengembang kini telah menyediakan sekitar 93 misi menantang dan berkomitmen memperluas peta permainan berdasarkan aspirasi komunitas.(ar)









