BI Peringatkan Risiko Sistemik di Tengah Arsitektur Keuangan Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia risiko sistemik keuangan global yang semakin kompleks akibat digitalisasi dan keterhubungan lintas negara.( Poto : Bisnis.com ).

Bank Indonesia risiko sistemik keuangan global yang semakin kompleks akibat digitalisasi dan keterhubungan lintas negara.( Poto : Bisnis.com ).

Jakarta, oegopost.id – Deputi Gubernur Thomas A.M. Djiwandono menilai risiko sistemik keuangan global sedang berubah cepat.

Selain itu, ia melihat batas antara kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial semakin kabur. Akibatnya, risiko guncangan sistem keuangan bisa meningkat jika tidak dikelola dengan baik.

Ia menyampaikan pandangan tersebut saat membuka ICFP-JCLI ke-4 di Bali pada 8 Mei 2026.

Digitalisasi dan Percepatan Risiko Global

Menurut Thomas, digitalisasi sektor keuangan terus berkembang. Di samping itu, konektivitas antarnegara juga semakin kuat. Karena itu, risiko keuangan dapat menyebar lebih cepat dari sebelumnya.

Dengan demikian, kebijakan ekonomi di satu negara kini dapat memengaruhi banyak negara lain secara langsung maupun tidak langsung.

Penguatan Koordinasi Antar Lembaga

Thomas menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga. Selain itu, ia menilai setiap otoritas perlu memiliki mandat hukum yang jelas. Hal ini penting agar kebijakan tidak tumpang tindih.

Baca Juga :  Indonesia–Filipina Perkuat Kerja Sama Nikel Lewat Jalur Industri

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa independensi lembaga tetap harus dijaga. Misalnya, bank sentral dan regulator sektor keuangan harus tetap bebas dalam mengambil keputusan.

Bank Indonesia

Dengan begitu, kebijakan dapat berjalan lebih objektif dan efektif.

Forum Internasional Bahas Stabilitas Keuangan

Konferensi ICFP-JCLI tahun ini mengangkat tema “Central Banking in Transition: Navigating Interconnected Risks and Institutional Governance and Autonomy in the New Financial Architecture.” ICFP-JCLI 2026

Selain itu, forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Mereka membahas berbagai isu, mulai dari hukum keuangan hingga tata kelola institusi.

Baca Juga :  Harga Pangan Masih Tinggi, Cabai Jadi Sorotan Utama

Inovasi Digital dan Tantangan Baru

Sementara itu, peserta konferensi menilai transformasi digital membawa banyak peluang. Namun demikian, perkembangan ini juga menambah kompleksitas risiko.

Oleh karena itu, sistem pengawasan harus kuat. Selain itu, kesiapan menghadapi krisis juga harus meningkat.

Sebagai hasilnya, panitia menerima 291 makalah dari 34 negara. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian global terhadap stabilitas keuangan semakin tinggi.

Kebutuhan Kerangka Kebijakan Terpadu

Dengan adanya perubahan arsitektur keuangan, pembuat kebijakan perlu bergerak lebih cepat. Di samping itu, mereka harus memperkuat koordinasi lintas lembaga.

Pada akhirnya, stabilitas sistem keuangan hanya dapat terjaga jika kebijakan ini secara terintegrasi, adaptif, dan konsisten menghadapi risiko global yang semakin kompleks.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inflasi Tahunan Jambi 2026 Tembus 3,85 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Harga Cabai Jambi Hari Ini Naik di Angso Duo, Bawang Tetap Stabil
Platform Streaming Musik Buka Peluang Musisi Indonesia Tembus Pasar Global
Dampak Pemangkasan Anggaran dan Tunda Salur TKD Tekan Ekonomi Jambi, Kontraktor Mengeluh
Potensi Energi Terbarukan Jambi Jadi Sorotan di Seminar Nasional Electrical Fair 2026 UNJA
Harga Kentang Kayu Aro Anjlok Saat Panen Raya, Petani Kerinci Keluhkan Penurunan Pendapatan
PEP Jambi dan SKK Migas Sumbagsel Perkuat Transparansi Lewat Media Field Trip Bersama Jurnalis Migas
Polri Awasi Harga TBS Sawit di Jambi, Selisih Harga Capai Rp831 per Kg dan Rugikan Petani Swadaya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Tahunan Jambi 2026 Tembus 3,85 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:59 WIB

Harga Cabai Jambi Hari Ini Naik di Angso Duo, Bawang Tetap Stabil

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:44 WIB

Platform Streaming Musik Buka Peluang Musisi Indonesia Tembus Pasar Global

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

Dampak Pemangkasan Anggaran dan Tunda Salur TKD Tekan Ekonomi Jambi, Kontraktor Mengeluh

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:00 WIB

Potensi Energi Terbarukan Jambi Jadi Sorotan di Seminar Nasional Electrical Fair 2026 UNJA

Berita Terbaru

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Bisnis

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 21:00 WIB