Jambi, oegopost.id – Gelanja Poltekkes Jambi 2026 tercatat mencapai Rp8,83 miliar hingga Mei 2026. Dana APBN itu mengalir ke 45 paket pengadaan dengan pola yang cukup jelas: jasa, laboratorium, dan layanan digital jadi pos utama.
Sebagian besar atau sekitar 81,79 persen sudah masuk kategori Produk Dalam Negeri (PDN). Sisanya belum tercatat sebagai PDN dalam sistem pengadaan.
Pola Belanja Lebih Sederhana
Kalau disederhanakan, pola belanja kampus ini bisa dilihat seperti berikut:
Ringkasan Belanja Poltekkes Jambi 2026
| Kategori Utama | Jumlah Paket | Total Nilai | Catatan Singkat |
|---|---|---|---|
| Jasa Lainnya | 4 | Rp3,58 M | Outsourcing & layanan operasional |
| Barang | 39 | Rp3,10 M | Banyak paket kecil dan rutin |
| Jasa Konsultansi (Non Konstruksi) | 1 | Rp1,37 M | Pembangunan gedung laboratorium |
| Jasa Konsultansi Konstruksi | 1 | Rp777,83 Jt | Master plan kampus kebidanan |
Dari tabel ini terlihat jelas, barang memang paling banyak jumlahnya, tapi jasa justru menyerap nilai lebih besar.
Outsourcing Jadi Penyerap Terbesar
Satu paket paling besar datang dari jasa outsourcing senilai Rp2,49 miliar. Paket ini mencakup satpam, pengemudi, dan petugas kebersihan.
Penyedia layanan adalah Binakarsa Mandiri. Paket masih berstatus ON PROCESS melalui E-Katalog 6.0.
“Layanan pendukung seperti ini memang jadi tulang punggung operasional kampus,” demikian tertulis dalam dokumen pengadaan.
Internet dan Laboratorium Jadi Kebutuhan Inti
Selain jasa, belanja juga banyak terserap ke laboratorium dan internet kampus.
- Laboratorium & bahan praktik: ± Rp1,33 miliar
- Internet kampus: Rp900 juta lebih
- Pembangunan gedung: Rp1,37 miliar
Internet kini tidak lagi sekadar pelengkap. Ia sudah jadi infrastruktur utama untuk administrasi dan pembelajaran.
Status Paket Masih Didominasi Proses
Sebagian besar paket belum selesai. Ringkasan statusnya seperti ini:
Status Paket
| Status | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| ON PROCESS | 42 | Masih berjalan |
| SELESAI | 1 | Sudah rampung |
| BERLANGSUNG | 1 | Proses aktif |
| COMPLETED | 1 | Administrasi selesai |
Catatan Transparansi Data
Dalam data juga di temukan satu paket bernilai lebih dari Rp777 juta yang belum mencantumkan nama penyedia. Paket ini masuk dalam proyek perencanaan master plan kampus kebidanan.
Hal seperti ini penting dicatat karena berkaitan dengan keterbukaan informasi pengadaan.(ar)









