Kota Jambi, oegopost.id – Banjir kembali merendam kawasan Simpang Empat Kenali di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak subuh, Kamis (18/6/2026). Genangan air langsung muncul di sejumlah titik dan mengganggu aktivitas warga sejak pagi hari.
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 04.00 WIB dan terus berlangsung hingga membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Air kemudian meluap ke badan jalan dan merendam kawasan permukiman serta jalur utama warga.
Sejumlah titik di kawasan tersebut tergenang air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak dari mereka memilih berjalan pelan agar mesin tidak mati akibat genangan air yang cukup tinggi. Situasi ini memperlambat mobilitas warga di jam sibuk pagi hari.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga mengalami penyumbatan. Kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas di titik-titik yang masih bisa dilewati.
Polisi dan Warga Turun Tangan Atur Arus Kendaraan
Personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka membantu mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk akibat banjir di beberapa ruas jalan.
Selain aparat, warga sekitar juga ikut membantu mengarahkan kendaraan. Mereka berdiri di titik-titik tertentu untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski terbatas.
Beberapa warga bahkan terlihat membawa kotak sumbangan sambil membantu pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak. Kolaborasi ini sedikit membantu mengurangi kepadatan di tengah kondisi banjir.
Genangan paling parah terjadi di Jalan Lirik, salah satu ruas yang mengarah ke Kantor Pertamina EP Jambi. Di lokasi ini, air lebih tinggi dibanding titik lain sehingga kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Pengendara yang melewati kawasan tersebut banyak yang memperlambat kendaraan atau berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Kondisi ini turut memperparah kepadatan di sekitar titik banjir.
Warga Sebut Banjir Sering Terjadi
Warga setempat, Hendri, menyebut banjir mulai terjadi sejak hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak subuh. Ia menegaskan bahwa kawasan itu sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun.
“Mulai sekitar pukul 04.00 WIB hujan turun deras. Di sini memang sudah langganan banjir,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Hendri, dalam satu bulan terakhir banjir sudah terjadi sekitar lima kali di kawasan yang sama. Kondisi ini membuat warga semakin waspada setiap kali cuaca mendung atau hujan turun.
Hendri juga menilai peningkatan pembangunan perumahan di sekitar kawasan ikut memengaruhi kondisi banjir. Ia menyebut saluran drainase dan anak sungai yang ada sudah mengalami pendangkalan.
Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan baik saat hujan deras terjadi. Akibatnya, air cepat meluap ke jalan dan merendam kawasan sekitar.
“Kemungkinan karena pembangunan perumahan juga semakin banyak. Parit dan anak sungainya sudah dangkal, jadi air cepat meluap,” katanya.
Pagi hari sempat mencatat ketinggian air mencapai paha orang dewasa di beberapa titik. Namun, genangan mulai berangsur surut seiring hujan yang mereda.
Meski demikian, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.
Mereka meminta penanganan jangka panjang agar kawasan Simpang Empat Kenali tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.(ar)








