Tiga Jemaah Haji Jambi Wafat di Tanah Suci, Ini Kepastian Badal Haji Mereka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jambi ( Poto : istimewa ).

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jambi ( Poto : istimewa ).

Jambi, oegopost.id – Tiga jemaah haji asal Jambi wafat di Tanah Suci saat menjalankan ibadah haji, sementara pemerintah memastikan badal haji jemaah wafat tetap berjalan melalui petugas resmi. Proses ini menjamin ibadah mereka tetap terlaksana meski jemaah tidak bisa menyelesaikan seluruh rangkaian haji.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jambi menegaskan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan langsung menunaikan badal haji untuk setiap jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi.

“Insyaallah, kami tetap melaksanakan badal haji untuk almarhum,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi.

Tiga Jemaah Asal Jambi Meninggal Saat Ibadah

Hingga akhir Mei 2026, petugas mencatat tiga jemaah asal Jambi meninggal dunia di Arab Saudi. Kasus terbaru terjadi pada Nasrullah Ismail Sabri (54), jemaah Kloter BTH-24 asal Tanjung Jabung Barat.

Nasrullah wafat di Markaz 70 Mina pada 27 Mei 2026 pukul 11.45 Waktu Arab Saudi. Petugas medis menyebut ia mengalami penurunan kondisi kesehatan secara mendadak saat berada di Mina.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Mafia BBM Subsidi di Jambi, Operator SPBU Ikut Bermain

Sebelumnya, jemaah asal Kerinci, Khairusni Bilal Usman (67), meninggal dunia di tenda Arafah saat berada bersama suaminya. Ia bergabung dalam Kloter BTH-19 dan mengeluh sesak napas sebelum tidak sadarkan diri.

Satu jemaah lain, Asniyati Ahmad Bawari (52), wafat lebih dulu di King Faisal Hospital Makkah pada 23 Mei 2026 setelah mengalami gangguan jantung.

Tim Medis Ungkap Penyebab Kematian

Tim medis haji Indonesia mencatat seluruh kasus berkaitan dengan gangguan jantung. Nasrullah mengalami acute decompensated heart failure atau gagal jantung akut yang membuat fungsi jantung menurun drastis.

Khairusni mengalami serangan jantung saat berada di Arafah. Sementara itu, Asniyati meninggal karena syok kardiogenik, yaitu kondisi ketika jantung gagal memompa darah secara optimal.

Dokter haji menjelaskan bahwa kondisi fisik yang lemah, usia lanjut, dan riwayat penyakit sering memicu risiko tersebut selama rangkaian ibadah haji yang padat.

Baca Juga :  158 Finalis Lolos ke Tingkat Provinsi Jambi Science Olympiad 2026

Pemerintah Jalankan Badal Haji untuk Jemaah Wafat

Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang meninggal tetap mendapat hak ibadah melalui program badal haji. PPIH langsung menugaskan petugas resmi untuk melaksanakan ibadah tersebut atas nama jemaah.

Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah menjalankan kewajiban ini sebagai bentuk pelayanan kepada jemaah Indonesia di Tanah Suci.

“Setiap jemaah yang wafat tetap kami badalkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Program ini berjalan dengan standar syariat sehingga ibadah tetap sah dan tidak mengurangi hak jemaah.

Kesehatan Jemaah Jadi Perhatian Serius

Kejadian ini membuat petugas kembali mengingatkan pentingnya persiapan kesehatan sebelum berangkat haji. Aktivitas ibadah yang padat membuat jemaah perlu kondisi fisik yang stabil.

Petugas kesehatan haji terus melakukan pemantauan, terutama untuk jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain itu, petugas juga terus mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai di Tanah Suci.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakernis Bidkum Bidhumas Polda Jambi 2026 Dorong Transformasi Hukum dan Penguatan Komunikasi Publik
Al Haris Tegaskan Peran Pondok Pesantren Tak Tergantikan Bentuk Akhlak Generasi Jambi
BPKAD Sarolangun Percepat Pendataan Aset Daerah Melalui Sistem Aplikasi Kemendagri
Polda Jambi Dalami Kebakaran Gudang Minyak, Tujuh Saksi Termasuk Direktur Jalani Pemeriksaan
DPRD Tanjab Barat Dorong Pengawasan Program MBG Lebih Ketat
Kajati Jambi Lantik Tiga Pejabat Eselon III, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Kapolda Jambi Dukung Turnamen Kapolda Cup 2026 untuk Cetak Atlet Muda Berprestasi
Ombudsman Jambi Kawal SPMB 2026/2027, Buka Posko Pengaduan dan Percepat Penanganan Laporan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Rakernis Bidkum Bidhumas Polda Jambi 2026 Dorong Transformasi Hukum dan Penguatan Komunikasi Publik

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Al Haris Tegaskan Peran Pondok Pesantren Tak Tergantikan Bentuk Akhlak Generasi Jambi

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:00 WIB

BPKAD Sarolangun Percepat Pendataan Aset Daerah Melalui Sistem Aplikasi Kemendagri

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:00 WIB

Polda Jambi Dalami Kebakaran Gudang Minyak, Tujuh Saksi Termasuk Direktur Jalani Pemeriksaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

DPRD Tanjab Barat Dorong Pengawasan Program MBG Lebih Ketat

Berita Terbaru