Kawal Haji Diluncurkan, Aplikasi Pengaduan Digital untuk Tingkatkan Layanan Jemaah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Haji dan Umrah RI meluncurkan aplikasi Kawal Haji sebagai sistem pengaduan digital terintegrasi.( Poto : Kementerian Haji )

Kementerian Haji dan Umrah RI meluncurkan aplikasi Kawal Haji sebagai sistem pengaduan digital terintegrasi.( Poto : Kementerian Haji )

Jakarta, oegopost.id – Pemerintah meningkatkan mutu layanan ibadah haji dengan memanfaatkan transformasi digital. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia meluncurkan aplikasi Kawal Haji sebagai sistem pengaduan terpadu yang memungkinkan jemaah dan petugas melaporkan masalah langsung dari lokasi kejadian.

Pengguna dapat mengakses aplikasi berbasis web ini melalui laman kawal.haji.go.id. Sistem ini mempercepat proses pelaporan sekaligus membantu pemerintah menindaklanjuti setiap aduan secara lebih transparan dan terukur.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Farosa, menyampaikan bahwa pemerintah menghadirkan aplikasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan haji berbasis teknologi digital. Ia menegaskan bahwa sistem ini memungkinkan pelaporan kejadian secara langsung dan cepat dari lapangan.

Baca Juga :  SIM Kedaluwarsa Tidak Bisa Diperpanjang, Ini Cara Mengurusnya

Jemaah maupun petugas dapat mengirim laporan dengan memilih kategori masalah, menuliskan kronologi kejadian, menentukan lokasi melalui peta digital, serta mengunggah hingga lima foto sebagai bukti pendukung.

Selain fitur pelaporan, aplikasi Kawal Haji juga menyediakan fitur pencarian laporan. Pengguna dapat menelusuri aduan yang sudah masuk berdasarkan kategori tertentu. Sementara itu, petugas dapat menyaring laporan lebih detail berdasarkan status penanganan, embarkasi, hingga kelompok terbang (kloter).

Aplikasi ini juga menampilkan riwayat pengaduan sehingga pengguna bisa memantau perkembangan laporan secara langsung. Fitur ini membantu masyarakat mengetahui tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak terkait.

Farosa menjelaskan bahwa pemerintah memastikan setiap laporan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi benar-benar diproses dan ditangani. Ia juga menekankan pentingnya fitur tanggapan agar transparansi penanganan dapat terlihat oleh pengguna.

Baca Juga :  IMF Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ekonomi Indonesia

Untuk memudahkan akses, pengembang menyediakan opsi pemasangan aplikasi langsung melalui browser dengan fitur “Add to Home Screen”. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi dari toko digital sehingga akses menjadi lebih cepat dan praktis, terutama saat jemaah berada di Tanah Suci.

Pemerintah berharap kehadiran aplikasi Kawal Haji dapat meningkatkan partisipasi jemaah dan petugas dalam pengawasan layanan haji. Dengan keterlibatan aktif semua pihak, pemerintah menargetkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Kembali Turun, Tren Pelemahan Masih Berlanjut
Sarapan 10 Menit: Olahan Telur Ceplok Kecap yang Praktis dan Bergizi
Sekolah Diminta Aktif Awasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Cara Membuat Koya Soto Lamongan yang Gurih dan Renyah
Seleksi Dirut TVRI 2026 Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
Akhirnya Disahkan! UU PPRT Lolos Setelah 22 Tahun Mandek, Ini Poin-Poin Pentingnya
SIM Kedaluwarsa Tidak Bisa Diperpanjang, Ini Cara Mengurusnya
PPPK Paruh Waktu Perjuangkan Status, Akan Temui KemenPANRB dan BKN Hari Ini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Antam Kembali Turun, Tren Pelemahan Masih Berlanjut

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

Sarapan 10 Menit: Olahan Telur Ceplok Kecap yang Praktis dan Bergizi

Kamis, 23 April 2026 - 14:10 WIB

Kawal Haji Diluncurkan, Aplikasi Pengaduan Digital untuk Tingkatkan Layanan Jemaah

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

Sekolah Diminta Aktif Awasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Cara Membuat Koya Soto Lamongan yang Gurih dan Renyah

Berita Terbaru

Dua wanita peserta UTBK SNBT 2026 di Unsulbar ditangkap saat mencoba kecurangan menggunakan alat komunikasi tersembunyi. Kasus ini diduga melibatkan sindikat joki ujian. ( Poto : AI )

Pendidikan

Dua Wanita Diduga Joki UTBK SNBT 2026 di Unsulbar Ditangkap

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:00 WIB

WhatsApp menguji layanan berbayar WhatsApp Plus di Eropa dengan fitur premium seperti tema kustom, pin chat lebih banyak, dan ikon aplikasi baru. ( Poto : dok.PCMag )

Teknologi

WhatsApp Uji Coba WhatsApp Plus dengan Fitur Berbayar di Eropa

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB