Muaro jambi, oegopost.id – Jambore Daerah Jambi resmi dibuka Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Moesa, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang besar Pramuka Penggalang dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Al Haris yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jambi bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membuka kegiatan secara resmi di hadapan ribuan peserta, pembina, serta tamu undangan.
Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa Jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan. Ia menilai kegiatan ini sebagai ruang penting pembentukan karakter generasi muda melalui pengalaman langsung di lapangan.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai kepramukaan. Mulai dari disiplin, kerja sama, kepemimpinan, hingga kemandirian.
Menurutnya, pengalaman hidup bersama dalam perkemahan menjadi metode efektif untuk membentuk kepribadian peserta secara nyata.
Kegiatan ini mengusung tema “Ceria, Berkarya, dan Berkarakter Simpatik”. Ribuan Pramuka Penggalang mengikuti kegiatan yang berlangsung di bawah naungan Gerakan Pramuka Jambi.
Al Haris menyebut Jambore Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan antar peserta dari berbagai daerah. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan karakter sejak usia dini.
Pendidikan Kepramukaan Dinilai Sangat Penting
Al Haris menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan berperan besar dalam membentuk moral dan kedisiplinan generasi muda. Ia menilai Pramuka menanamkan nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan etika kehidupan.
“Pendidikan kepramukaan membentuk pribadi berakhlak mulia, disiplin, dan berjiwa patriotik,” tegasnya.
Ia juga berharap Gerakan Pramuka tetap relevan menghadapi perkembangan zaman dengan tetap menjaga nilai dasar pendidikan karakter.
Dalam upacara pembukaan, Al Haris menyoroti masih adanya peserta yang berjalan saat upacara berlangsung. Ia mengingatkan bahwa disiplin harus dimulai dari hal kecil.
“Upacara sudah dimulai, tetapi masih ada yang berjalan. Disiplin harus dimulai dari sini,” ujarnya.
Ia meminta peserta menjadikan momen tersebut sebagai pembelajaran penting tentang sikap tertib dalam setiap kegiatan.
Al Haris menilai Jambore memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan karakter asli mereka. Aktivitas perkemahan memperlihatkan sikap, etika, dan kerja sama antar peserta secara langsung.
Ia berharap pengalaman ini membentuk generasi muda yang kuat, mandiri, dan berintegritas.
“Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Sekretaris Jenderal Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Pramuka terus menjadi wadah penting pembentukan karakter bangsa.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H. menegaskan bahwa pembentukan karakter membutuhkan proses panjang. Ia menyebut Jambore sebagai metode efektif untuk melatih kemandirian dan kerja sama.
MoU Pramuka Jambi dan Universitas Adiwangsa
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Adiwangsa Jambi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gerakan Pramuka Jambi.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Provinsi Jambi.
Acara pembukaan turut di hadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota, serta pimpinan perguruan tinggi seperti Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan luas terhadap penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka.
Jambore Daerah Jambi 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga ruang pembelajaran karakter. Peserta belajar disiplin, kepemimpinan, dan kemandirian secara langsung di lingkungan perkemahan.
Al Haris menegaskan bahwa masa depan Jambi dan Indonesia bergantung pada kualitas generasi muda. Ia menilai Pramuka menjadi salah satu jalur penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Generasi yang disiplin, berkarakter, mandiri, peduli, dan berintegritas menjadi harapan utama dari kegiatan ini.(ar)









