Jambi, Oegopost.id – Manajemen memperkuat standar mutu pelayanan melalui akreditasi RSUD Raden Mattaher yang berlangsung selama dua hari penuh di Kota Jambi. Tim Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) memvalidasi langsung kesesuaian dokumen administrasi dengan pelaksanaan teknis di lapangan sejak Selasa (13/10/2026).
Gubernur Jambi Al Haris membuka secara resmi seluruh rangkaian survei penilaian tersebut di Ruang Diklat rumah sakit. Pihak manajemen memanfaatkan momentum penting ini untuk mengevaluasi sarana prasarana serta menguji kepatuhan operasional terhadap regulasi kesehatan nasional.
Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, M.ARS, menegaskan rasa optimisme timnya dalam mempertahankan predikat akreditasi Paripurna. Pihaknya mendasarkan keyakinan tersebut pada data riil operasional rumah sakit serta hasil evaluasi pelayanan secara konsisten.
Manajemen menaruh perhatian besar pada efisiensi waktu penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rumah sakit rujukan utama ini menargetkan durasi pelayanan gawat darurat tuntas di bawah rentang waktu enam jam.
Iwan menerangkan bahwa kecepatan respons medis setiap pasien sangat bergantung pada diagnosis klinis dan jenis tindakan lanjutan. Petugas medis tetap wajib menempatkan keselamatan jiwa serta kebutuhan klinis pasien di atas target durasi waktu.
“Karena itu, evaluasi pelayanan tidak dapat hanya berpatokan pada durasi waktu, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan medis dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Pihak rumah sakit terus membenahi kekurangan operasional demi menghadirkan transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Manajemen membuktikan kesiapan fasilitas lewat verifikasi faktual lapangan tanpa hanya mengandalkan kelengkapan berkas administratif semata.
“Melalui evaluasi tersebut, manajemen berharap dapat mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperkuat mutu pelayanan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pemeriksaan Lapangan Hari Pertama Sisir Seluruh Fasilitas Pelayanan
Agenda hari pertama dimulai tepat pukul 07.30 WIB melalui pemaparan profil instansi serta capaian program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP). Tiga penilai LARSI kemudian mewawancarai jajaran direksi, Dewan Pengawas, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi pada pukul 09.00 WIB.
Tim penilai berpencar menelusuri instalasi krusial mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari setelah jeda istirahat siang. Penilai pertama memeriksa kelayakan ambulans, poliklinik rawat jalan, bangsal rawat inap, laboratorium darah, radiologi, instalasi gizi, hingga loket pendaftaran.
Penilai kedua meninjau gudang logistik medis, manajemen farmasi, alur resep obat, serta sistem komunikasi publik rumah sakit. Petugas penilai memastikan seluruh alur distribusi logistik obat memenuhi standar keamanan farmasi yang berlaku secara nasional.
Penilai ketiga membedah keandalan infrastruktur pendukung, sistem teknologi informasi, rekam medis pasien, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Surveyor juga menginspeksi ruang genset listrik cadangan, pasokan gas medis, instalasi linen, kamar jenazah, dan ruang Central Sterile Supply Department (CSSD).
Penilaian Hari Kedua Uji Simulasi Kedaruratan Rekam Medis
Survei hari kedua pada Rabu (14/10/2026) berfokus penuh pada ketahanan sistem keselamatan pasien dan kompetensi tenaga kesehatan. Penilai pertama menguji sistem pengelolaan obat bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta tim Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Organisasi (PKPO).
Seluruh tim medis mempraktikkan simulasi tanggap darurat penanganan kebakaran code red dan kegawatan henti napas code blue pada pukul 10.00 WIB. Tim penilai mencocokkan kecepatan waktu tanggap darurat petugas dengan panduan protokol standar keselamatan rumah sakit.
Surveyor memeriksa keabsahan berkas rekam medis pasien guna memastikan akurasi pencatatan rekam terapi oleh dokter penanggung jawab. Mereka melanjutkan penilaian kualifikasi kompetensi staf medis serta program edukasi kesehatan pasien pada pukul 13.00 WIB.
Rangkaian survei LARSI ini resmi berakhir melalui penyusunan berkas laporan hasil evaluasi serta sesi exit meeting bersama manajemen rumah sakit. RSUD Raden Mattaher membuktikan komitmen pembenahan menyeluruh demi menjaga kepercayaan masyarakat Jambi terhadap mutu layanan kesehatan daerah.(ar)









