Jambi, oegopost.id – Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM dan mahasiswa wirausaha untuk memperkuat pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi menggelar agenda pelatihan ini di Aula LPPM UNJA pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menghimpun 83 peserta dari berbagai latar belakang wirausaha regional. Seluruh peserta terdiri atas pelaku UMKM asal Muaro Jambi serta mahasiswa penerima Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM Daerah
LPPM Universitas Jambi menghadirkan Pemilik Hafishfood, Ahmad Febriansyah, S.ST.Pi., sebagai narasumber utama. Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua LPPM UNJA Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc.Ed., Ph.D., serta Koordinator IBT LPPM UNJA Eko Prasetyo, S.E., M.Sc.Ak.
Saat membuka acara, Prof. Amirul Mukminin menegaskan komitmen lembaga dalam memperluas cakupan layanan kewirausahaan. Beliau menilai forum pelatihan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat jejaring antara akademisi, mahasiswa, dan para pelaku usaha lokal.
Selain itu, Prof. Amirul mengajak seluruh peserta agar memanfaatkan ruang diskusi ini secara optimal. Pihaknya berharap para peserta dapat menerapkan seluruh ilmu praktis yang diperoleh untuk mengembangkan skala bisnis mereka.
Pelatihan Manajemen Bisnis Mahasiswa Dan UMKM Jambi
Sementara itu, Ketua Pelaksana Eko Prasetyo menyampaikan laporan terkait kesiapan seluruh rangkaian acara. Pihaknya telah merancang program pelatihan ini sejak Mei 2026 untuk membekali para wirausahawan muda.
Oleh karena itu, panitia menyusun materi secara terstruktur guna memberikan manfaat nyata bagi peserta. Langkah ini menjadi wujud kepedulian institusi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Pada sesi pemaparan, Ahmad Febriansyah mendorong para mahasiswa agar membina pola pikir kewirausahaan sejak dini. Beliau mengingatkan bahwa persaingan dunia kerja bagi para lulusan perguruan tinggi akan semakin berat.
Program Inkubasi Bisnis Mendorong Usaha Berkelanjutan Kampus
Maka dari itu, generasi muda harus mengasah keterampilan bisnis agar mampu menciptakan peluang kerja baru. Keterampilan ini menjadi modal penting supaya lulusan tidak sekadar bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mempelajari cara penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan strategi pemasaran digital. Di samping itu, pemateri memberikan panduan teknis mengenai pengelolaan operasional bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Terakhir, pengelola IBT LPPM Universitas Jambi membuka kesempatan bagi peserta untuk bergabung dalam program inkubasi lanjutan. Melalui pendampingan inkubasi ini, institusi optimistis dapat melahirkan produk wirausaha lokal yang inovatif serta berdaya saing tinggi.(ar)









