Jambi, oegopost.id – Kapolda Jambi tinjau FSO Ship 115 milik PetroChina International Jabung Ltd di perairan Selat Berhala pada Rabu, 22 Juli 2026. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar bersama rombongan menempuh perjalanan laut selama 3,5 jam untuk menemui para pekerja hulu migas di lepas pantai.
Kunjungan kerja ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara jajaran Kepolisian Daerah Jambi dan pelaku industri hulu migas nasional. Kepolisian Jambi secara konsisten memberikan pengamanan penuh terhadap objek vital nasional demi menjaga kelancaran pasokan energi negara.
Irjen Pol Krisno H. Siregar menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesempatan langka untuk melihat langsung aktivitas operasional di tengah laut. Pihaknya merasakan secara langsung atmosfer kerja lapangan lepas pantai yang penuh dengan dinamika serta tantangan alam.
Polda Jambi menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus mengawal ketat keamanan seluruh fasilitas industri hulu migas di wilayah Jambi. Pengawasan yang maksimal akan memastikan seluruh aktivitas produksi berjalan aman tanpa hambatan gangguan keamanan.
Kapolda Jambi Tinjau Langsung Risiko Kerja Pekerja Offshore
Peninjauan lapangan ini membuka wawasan jajaran kepolisian mengenai berbagai tantangan berat yang dihadapi oleh para pekerja offshore. Para personel kepolisian kini memahami betul tingginya risiko kerja dari perubahan cuaca ekstrem hingga potensi ancaman di tengah laut.
Pemahaman mengenai kondisi nyata di lapangan sangat penting untuk menyusun skema pengamanan yang presisi dan responsif. Polisi dapat merancang langkah mitigasi risiko secara lebih terukur demi melindungi seluruh keselamatan jiwa pekerja serta aset negara.
Selama kunjungan berlangsung, jajaran Polda Jambi menerima penjelasan detail mengenai mekanisme pergantian kru atau crew change di kapal. Petugas operasional memaparkan prosedur keselamatan ketat yang wajib dipatuhi oleh seluruh personel sebelum menjalankan tugas produksi.
Rombongan kepolisian juga menyimak pemaparan sejarah operasional FSO Ship 115 dan FSO 112 yang beroperasi di wilayah Selat Berhala. Kedua fasilitas penampungan minyak tersebut memiliki peran sangat vital dalam mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.
Proses Lifting Migas Berlangsung Sangat Padat Setiap Bulan
Aktivitas penyaluran minyak atau proses lifting di FSO Ship 115 tercatat berlangsung sangat padat setiap bulannya. Tim operasional PetroChina mampu menyelesaikan kegiatan lifting minyak sebanyak delapan hingga sembilan kali dalam satu bulan.
Kepolisian berkomitmen memberikan pengawalan ketat pada setiap tahap alur proses pengangkatan minyak mentah tersebut. Tingkat frekuensi lifting yang tinggi membutuhkan dukungan pengamanan prima dari aparat kepolisian di area perairan.
Kelancaran proses lifting ini menjaga stabilitas target penyaluran migas nasional dari wilayah operasional Provinsi Jambi. Sinergi yang kuat antara pekerja kapal dan aparat pengamanan laut mencegah berbagai potensi risiko kendala lapangan.
PetroChina International Jabung Ltd terus menerapkan standar operasional tinggi untuk menjaga performa produksi minyak bumi. Kunjungan langsung jajaran pimpinan Polda Jambi ini makin memotivasi semangat kerja para pekerja lepas pantai.
Sinergi Kepolisian Dan SKK Migas Jambi Semakin Solid
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto menyambut hangat agenda kunjungan lapangan dari pimpinan Polda Jambi tersebut. Pimpinan yang akrab disapa Pak BD ini menilai pertemuan tersebut menciptakan momen kebersamaan yang sangat berharga.
Perjalanan laut selama satu hari penuh ini mempererat tali silaturahmi antara manajemen hulu migas dan aparat kepolisian. Sinergi yang terbangun tidak hanya sebatas hubungan kerja profesional, melainkan juga menumbuhkan ikatan emosional yang kuat.
SKK Migas mengakui peran besar jajaran kepolisian sebagai mitra strategis yang menjaga stabilitas iklim investasi migas. Kepolisian Daerah Jambi selalu hadir memberikan pengamanan maksimal pada setiap proyek penting KKKS di wilayah Jambi.
Kunjungan kerja interaktif ini mendorong kedua belah pihak untuk semakin saling memahami budaya kerja internal masing-masing. Pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja instansi akan memperlancar komunikasi dan koordinasi lapangan di masa depan.(ar)









