Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd dorong UMKM Desa Mengupeh tingkatkan kualitas Batik Lipe.(poto: infojambi.com).

SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd dorong UMKM Desa Mengupeh tingkatkan kualitas Batik Lipe.(poto: infojambi.com).

Tebo, oegopost.id – Ibu-ibu PKK Desa Mengupeh kini aktif memproduksi kerajinan tradisional setelah mengikuti pelatihan membatik Desa Mengupeh pada Rabu (15/7/2026). Mereka memanfaatkan sebuah sanggar di samping kantor desa untuk menorehkan lilin cair di atas kain putih.

Kegiatan ini melahirkan Batik Lipe yang menjadi ikon baru sekaligus sumber penghidupan warga di Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo. Para perempuan setempat optimistis produk eksklusif tersebut mampu merepresentasikan keunikan daerah mereka secara luas.

Kolaborasi Strategis Dongkrak Kesejahteraan Ekonomi Warga

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mengupeh, Pariati, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata dari berbagai pihak eksternal. SKK Migas bersama MontD’Or Oil Tungkal Limited memfasilitasi bimbingan teknis ini demi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Pariati berharap program pemberdayaan perempuan tersebut dapat menunjang perekonomian keluarga secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus bertujuan mengenalkan karya lokal agar masyarakat luas menangkap keunikan motif tradisional khas desa.

Seorang kader PKK bernama Intan turut merasakan manfaat besar dari pembekalan materi yang sangat aplikatif bagi pemula. Ia menilai program kemitraan kali ini menyajikan materi yang jauh lebih mendalam ketimbang kegiatan sebelumnya.

Baca Juga :  Pengalihan PI 10 Persen Blok Jabung Memanas, PetroChina Tawar 7 Persen

Intan mengucapkan terima kasih karena pelatihan ini membuka peluang baru dalam menambah pendapatan bulanan warga. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk segera memasarkan hasil karya mandiri mereka ke pasar potensial.

Transformasi Kain Putih Menjadi Komoditas Unggulan Daerah

Peserta lain bernama Marlina Mutiara mengaku mendapat kepuasan emosional saat berhasil mengubah kain putih polos menjadi batik bernilai jual tinggi. Sebagai anggota rombongan baru, ia merasa terbantu oleh metode praktik langsung yang diterapkan instruktur pendamping.

Marlina mengapresiasi pemerintah desa dan manajemen perusahaan migas yang membimbing para perajin dari nol. Pemahaman taktis mengenai rantai nilai produksi kerajinan ini mengubah cara pandang mereka terhadap nilai ekonomis sebuah karya seni.

Fokus pengajaran kali ini menitikberatkan pada tata cara pembuatan pola gambar, mencetak, hingga proses pewarnaan kain yang efisien. Para peserta mengutamakan penataan pola agar visualisasi kearifan lokal tecermin kuat pada setiap helai kain.

Ibu-ibu PKK bahkan memendam impian besar agar kelak seluruh kader dapat mengenakan busana hasil karya sendiri. Kebebasan berekspresi dalam mendesain motif menjadi motivasi tambahan yang memicu kreativitas komunitas perempuan tersebut.

Inovasi Teknik Kombinasi Percepat Proses Balik Modal

Pemateri pelatihan dari usaha Batik Tebo Riski Danang, Upkha Arkya Satria Pradana, memaparkan metode modern yang ia terapkan. Pria yang akrab disapa Danang ini mengombinasikan teknik batik cap Tebo dengan batik tulis tradisional.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan di Jambi Naik ke Rp8,55 Juta per Mayam, Antam Ikut Menguat

Danang memperbarui metode penataan pola agar produk akhir terlihat lebih rapi dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Langkah kolaboratif tersebut sengaja ia rancang untuk memberikan karakteristik unik yang membedakan Batik Lipe dengan produk lain.

Ia juga memilih zat pewarna khusus jenis Remasol untuk menjamin mutu warna agar terlihat tajam dan memikat pembeli. Penggunaan bahan baku berkualitas ini terbukti mempermudah proses pengerjaan bagi para perajin pemula di sanggar.

Danang membagikan strategi bisnis yang merangkum berbagai teknik sukses dari pusat-pusat industri batik di Pulau Jawa. Formula bisnis tersebut sengaja dirancang agar pelaku usaha mikro dapat memperoleh keuntungan dan balik modal lebih cepat.

Ia optimistis usaha kerajinan di Desa Mengupeh memiliki prospek cerah karena proses produksinya kini jauh lebih simpel. Kemudahan proses pembuatan dan kecepatan pemasaran menjadi kunci utama untuk menembus pasar kabupaten hingga daerah luar.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi
BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital
Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Berita Terbaru