Kota Jambi, oegopost.id – Jumlah kendaraan Kota Jambi menembus 1.016.462 unit pada 2025. Angka itu jauh melampaui jumlah penduduk Kota Jambi yang kini berkisar lebih dari 650 ribu jiwa.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi memuat data tersebut dalam publikasi Provinsi Jambi Dalam Angka 2026. Perbandingan itu menunjukkan jumlah kendaraan yang beredar di Kota Jambi kini lebih banyak daripada jumlah penduduk.
Pertumbuhan Kendaraan Kota Jambi Terus Naik Dari Tahun Ke Tahun
Data BPS menunjukkan tren kenaikan kendaraan bermotor dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, Kota Jambi memiliki 960.814 kendaraan, lalu jumlahnya naik menjadi 1.006.099 unit pada 2024.
Memasuki 2025, jumlah kendaraan kembali meningkat hingga mencapai 1.016.462 unit. Selama dua tahun terakhir, penambahan kendaraan mencapai sekitar 55.648 unit.
Sepeda motor masih mendominasi jalanan Kota Jambi. Jumlahnya mencapai 800.699 unit atau sekitar 79 persen dari seluruh kendaraan bermotor.
Selain itu, masyarakat memiliki 128.366 mobil penumpang, 73.430 kendaraan angkutan barang, dan 13.318 bus. Komposisi tersebut memperlihatkan sepeda motor tetap menjadi moda transportasi utama.
Pemkot Jambi Percepat Solusi Atasi Kemacetan Perkotaan
Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menilai pertumbuhan kendaraan yang lebih cepat daripada pembangunan jalan akan memicu kemacetan.
“Pertumbuhan kendaraan tidak berimbang dengan ruas jalan. Kalau kita tidak mendorong transportasi publik, tentu akan berdampak pada kemacetan,” ujar Maulana.
Karena itu, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan nasional maupun provinsi yang mengalami kepadatan lalu lintas.
Maulana mengatakan pembangunan flyover menjadi salah satu solusi yang pemerintah dorong. Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya merencanakan pembangunan flyover di Tugu Juang atau Simpang Mayang, tetapi efisiensi anggaran menunda realisasinya.
Sementara itu, pemerintah mengupayakan pembangunan flyover Paal 10 melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bus Listrik Jadi Andalan Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Maulana juga mengakui pertambahan kendaraan meningkatkan penerimaan daerah melalui opsen pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, serta sektor pajak daerah lainnya.
Namun, ia tidak menginginkan pertumbuhan kendaraan terus berlangsung secara signifikan. Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan akan memunculkan persoalan sosial berupa kemacetan jika pemerintah tidak memperkuat transportasi publik.
Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, Pemerintah Kota Jambi mulai mengembangkan transportasi umum berbasis listrik. Saat ini, pemerintah mengoperasikan tiga unit bus listrik Trans Bahagia dan tiga unit angkot listrik sebagai feeder.
Pemerintah masih menggratiskan seluruh layanan tersebut karena masih memberikan subsidi operasional. Maulana berharap pemerintah dapat menambah armada pada masa mendatang agar beban kendaraan di jalan semakin berkurang.
“Kota Jambi sudah mulai dengan bus listriknya dan hingga saat ini masih gratis karena masih disubsidi pemerintah. Ke depan mungkin perlu kita tambah supaya dapat mengurangi beban kendaraan di jalan,” pungkasnya.(ar)









