Kelangkaan Biosolar di Muaro Jambi Sebabkan Antrean Truk di Jalintim Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan bahwa kuota biosolar saat ini tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha transportasi.( poto : halojambi.com )

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan bahwa kuota biosolar saat ini tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha transportasi.( poto : halojambi.com )

Muaro Jambi, oegopost.id – Kelangkaan biosolar muaro jambi yang saat ini berdampak pada arus transportasi di jalur strategis Sumatera.  Antrean kendaraan, terutama truk angkutan barang, terus mengular di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera akibat terbatasnya pasokan bahan bakar di sejumlah SPBU.

Kondisi ini memperlambat mobilitas logistik antarprovinsi dan meningkatkan risiko gangguan distribusi barang.

Sejumlah truk bahkan terpaksa berhenti di badan jalan karena antrean yang tidak tertampung di area SPBU. Situasi ini memicu kemacetan panjang yang mengganggu pengguna jalan lain, terutama kendaraan pribadi dan angkutan umum yang melintas di jalur utama tersebut.

Para sopir mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan biosolar. Tidak sedikit yang baru memperoleh bahan bakar pada malam hari setelah antre sejak pagi. Kondisi ini membuat waktu tempuh distribusi barang semakin tidak menentu dan berpotensi menimbulkan keterlambatan pengiriman ke berbagai daerah di Sumatera.

Antrean Truk Mengular Di Jalintim Sumatera Semakin Parah

Antrean kendaraan berat di Jalintim Sumatera semakin meluas karena pasokan biosolar tidak mampu memenuhi kebutuhan harian. Truk-truk dari berbagai daerah berhenti dalam antrean panjang yang kerap menutup sebagian badan jalan utama.

Baca Juga :  Malam Hiburan Rakyat Meriahkan HUT Kota Jambi ke-80

Situasi ini juga meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan lain. Ruas jalan yang seharusnya lancar berubah menjadi titik kepadatan yang mengganggu arus transportasi lintas provinsi.

Kondisi tersebut menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan bahan bakar sektor transportasi dengan ketersediaan pasokan di lapangan.

Pasokan Biosolar Hanya Bertahan Delapan Hingga Sepuluh Jam

Berdasarkan data dari sejumlah SPBU di Muaro Jambi, pasokan biosolar harian hanya berkisar 8 hingga 16 ton. Jumlah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan selama sekitar 8 hingga 10 jam sebelum stok kembali habis.

Setelah itu, antrean kendaraan kembali terbentuk dan terus berulang setiap hari. Para pelaku transportasi menilai kondisi ini tidak sebanding dengan tingginya aktivitas distribusi barang di jalur utama Sumatera.

Ketergantungan pada jalur ini membuat kebutuhan biosolar meningkat signifikan, sementara pasokan tidak mengalami penyesuaian yang memadai.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Pacu Penyusunan KLHS RDTR Perkotaan 2026–2046

DPRD Muaro Jambi Desak Tambahan Kuota Solar Segera

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan bahwa kuota biosolar saat ini tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha transportasi. Ia menilai Muaro Jambi menjadi salah satu jalur utama distribusi barang di Sumatera sehingga kebutuhan solar relatif tinggi.

Aidi meminta pihak terkait segera menambah kuota biosolar agar distribusi logistik tidak terganggu. Ia menekankan bahwa kelancaran arus barang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Selain itu, DPRD juga meminta Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU untuk mengurangi kemacetan. Pengawasan distribusi BBM subsidi turut diminta diperketat agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan.

Pemerintah daerah juga mencatat bahwa kelangkaan biosolar telah terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi ini mendorong perlunya langkah cepat agar aktivitas transportasi kembali normal.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Panggil Pertamina Evaluasi Kuota LPG 3 Kg
Kebakaran Lahan Marak di Tebo Petugas Padamkan Api di Lima Lokasi
Kajati Jambi dan Menhut Raja Juli Antoni Turun Langsung Pantau Karhutla Tanjab Timur
Gubernur Jambi Al Haris Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Sarolangun
Rektor Universitas Jambi Melantik Pejabat FST Baru
Inovasi Moladambi Mahasiswa UNJA Raih Prestasi Nasional hingga Bebas Skripsi
Penanganan Karhutla Tanjab Barat Tegaskan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
DPRD Jambi Dorong Tata Kelola Air Cegah Kebakaran Gambut
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:05 WIB

DPRD Sungai Penuh Panggil Pertamina Evaluasi Kuota LPG 3 Kg

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Kebakaran Lahan Marak di Tebo Petugas Padamkan Api di Lima Lokasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Kajati Jambi dan Menhut Raja Juli Antoni Turun Langsung Pantau Karhutla Tanjab Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Sarolangun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Inovasi Moladambi Mahasiswa UNJA Raih Prestasi Nasional hingga Bebas Skripsi

Berita Terbaru