Wamenaker Tekankan Sertifikasi Kompetensi Kerja Jadi Kunci Utama Rekrutmen di Dunia Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor di dampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Unsur Forkopimda provinsi Jambi.( Poto : jambione.com )

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor di dampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Unsur Forkopimda provinsi Jambi.( Poto : jambione.com )

Jambi, oegopost.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan perubahan besar dalam kebutuhan tenaga kerja nasional. Ia menyebut sertifikasi kompetensi kerja kini lebih diutamakan dibanding ijazah formal dalam proses rekrutmen industri.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazar UMKM Polda Jambi di Lippo Mall Jambi, Selasa (22/6/2026). Kegiatan ini mempertemukan pencari kerja dengan lebih dari 100 perusahaan.

Menurut Afriansyah, dunia usaha saat ini mencari tenaga kerja yang memiliki keterampilan nyata dan terukur. Ia menilai sertifikasi profesi menjadi bukti kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

“Ijazah tetap diperlukan, tetapi bukan lagi yang paling menentukan. Yang dibutuhkan dunia usaha adalah sertifikasi profesi dan kompetensi,” ujarnya.

Ribuan pencari kerja memadati lokasi kegiatan yang berlangsung selama 22–24 Juni 2026 itu. Panitia mencatat sekitar 1.000 lowongan kerja tersedia dari berbagai sektor industri.

Lebih dari 100 perusahaan ikut serta membuka rekrutmen langsung di lokasi acara. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja secara lebih efektif.

Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, serta unsur Forkopimda turut hadir memberikan dukungan terhadap agenda tersebut.

Baca Juga :  Guru PPPK Kepala Sekolah: Aturan, Syarat, dan Dasar Hukum di Merangin

Pemerintah Dorong Perluasan Lapangan Kerja

Afriansyah mengapresiasi penyelenggaraan job fair tersebut karena di nilai mampu membuka akses kerja lebih luas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu di perbanyak agar angka pengangguran dapat di tekan secara bertahap.

“Langkah ini sangat baik dan perlu terus di perluas agar semakin banyak perusahaan ikut membuka kesempatan kerja,” kata Afriansyah.

Data yang ia sampaikan menunjukkan sekitar 70 persen peserta Balai Latihan Kerja (BLK) berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kondisi itu menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri.

Afriansyah menilai banyak lulusan SMK belum sepenuhnya siap masuk dunia kerja tanpa pelatihan tambahan. Karena itu, ia mendorong penguatan sistem link and match antara sekolah dan industri.

Ia juga meminta kurikulum vokasi di sesuaikan dengan potensi daerah agar lebih tepat sasaran.

Di Provinsi Jambi, pemerintah memprioritaskan sektor perkebunan kelapa sawit, pertanian, dan pariwisata sebagai penggerak tenaga kerja. Ketiga sektor itu di nilai memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.

Baca Juga :  Wamenaker Afriansyah Noor Kunjungi Jambi, Bahas Penguatan Ketenagakerjaan dan SDM Daerah

Afriansyah menilai pengembangan sektor tersebut dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan pada aktivitas ilegal seperti penambangan emas tanpa izin.

Program Nasional Ketenagakerjaan 2026

Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan dua program besar pada 2026. Prpertama mencakup pelatihan vokasi nasional bagi 70 ribu peserta.

Program kedua menyasar 150 ribu peserta melalui skema magang nasional untuk lulusan baru D1 hingga S1 tahun 2025–2026. Program ini berlangsung enam bulan dengan insentif setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

Di Jambi, insentif peserta mencapai sekitar Rp3,4 juta per bulan.

Peserta pelatihan vokasi juga memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi serta bantuan transportasi harian selama pelatihan berlangsung.

Afriansyah menegaskan pemerintah pusat akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fokus utama kebijakan ketenagakerjaan.

Ia berharap seluruh program yang di jalankan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat pencari kerja.

“Saya ingin program ketenagakerjaan ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulana Targetkan APBD Kota Jambi 2026 Tembus Rp2,2 Triliun Lewat Optimalisasi PAD
Tiga Besar JPT Pemprov Jambi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Lengkap Peserta dan Nilainya
Lelang Jabatan Delapan Kepala OPD Sungai Penuh Belum Terjadwal, Pemkot Masih Tunggu Pansel
Wakil Bupati Bungo Lantik 37 Pejabat, Perkuat Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Pembangunan RSUD Bukit Tengah Kerinci Dimulai, Al Haris Targetkan Beroperasi pada 2027
Dishub Kota Sungai Penuh Siapkan Aturan Parkir Baru, Targetkan PAD Meningkat dan Lalu Lintas Lebih Tertib
Gubernur Jambi Kukuhkan Zulherizal sebagai Kepala BPKP Jambi, Tekankan Penguatan Pengawasan Keuangan Daerah
Perbandingan Kinerja Alfin dan Monadi Mencuat Saat Gaji ke-13 ASN Tertunda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:00 WIB

Maulana Targetkan APBD Kota Jambi 2026 Tembus Rp2,2 Triliun Lewat Optimalisasi PAD

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:17 WIB

Tiga Besar JPT Pemprov Jambi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Lengkap Peserta dan Nilainya

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Lelang Jabatan Delapan Kepala OPD Sungai Penuh Belum Terjadwal, Pemkot Masih Tunggu Pansel

Senin, 6 Juli 2026 - 20:29 WIB

Wakil Bupati Bungo Lantik 37 Pejabat, Perkuat Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 06:53 WIB

Pembangunan RSUD Bukit Tengah Kerinci Dimulai, Al Haris Targetkan Beroperasi pada 2027

Berita Terbaru