Jambi, oegopost.id – Kasus peretasan Bank Jambi kembali menjadi sorotan setelah DPRD Provinsi Jambi meminta percepatan pengungkapan hasil audit forensik.
DPRD menilai masyarakat membutuhkan kepastian atas gangguan layanan perbankan yang sempat terjadi.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait hasil audit forensik dari sejumlah pihak, termasuk Direktur Utama Bank Jambi. Ia menegaskan DPRD terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.
Hafiz meminta semua pihak mempercepat proses tindak lanjut agar publik tidak terus menunggu tanpa kepastian.
DPRD Tekankan Layanan Digital Harus Pulih
Hafiz menyoroti dampak gangguan layanan mobile banking yang sempat dirasakan nasabah. Ia meminta pihak terkait segera memulihkan layanan agar kembali normal.
“Masyarakat menunggu bagaimana pelayanan mobile banking dapat berjalan lancar seperti sebelumnya. Masyarakat menunggu silakan ditindaklanjuti dan diumumkan,” kata Hafiz.
Ia menegaskan keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap Bank Jambi. DPRD menilai penundaan informasi hanya memperbesar spekulasi di masyarakat.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi masih menyelidiki dugaan peretasan yang berdampak pada saldo sejumlah nasabah Bank Jambi. Tim penyidik mengumpulkan bukti dan mendalami berbagai temuan yang ada.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa penyidik masih bekerja aktif di lapangan untuk mengungkap kasus tersebut.
Audit Forensik Bank Jambi Sudah Selesai
Pihak Bank Jambi telah menyelesaikan audit forensik internal terkait dugaan peretasan. Hasil audit itu kemudian di terima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi sejak awal Juni 2026.
Meski sudah selesai, hasil audit belum di buka secara detail ke publik. Kondisi ini mendorong DPRD Jambi meminta transparansi lebih cepat dari pihak terkait.
DPRD Provinsi Jambi menilai kasus ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan daerah. Karena itu, DPRD menekan semua pihak agar segera menyelesaikan dan membuka hasil audit forensik.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum dan pihak perbankan. DPRD berharap kejelasan segera muncul agar layanan digital kembali pulih dan kepercayaan nasabah tetap terjaga.(ar)









