Sarolangun, oegopost.id – Anggota DPR RI Cek Endra memulai penanaman perdana sawit di kawasan Kebun Sribado, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (13/6/2026).
Ia membuka kegiatan ini sebagai langkah awal pemanfaatan lahan seluas 15 hektar untuk perkebunan produktif.
Cek Endra menegaskan komitmennya untuk mendorong sektor perkebunan sebagai penggerak ekonomi masyarakat Jambi. Ia menilai pemanfaatan lahan secara maksimal dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan warga sekitar.
Panitia mengawali kegiatan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Warga, pekerja kebun, dan tokoh masyarakat menghadiri kegiatan itu dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Peserta kegiatan mengikuti doa bersama sebelum proses penanaman dimulai. Mereka memohon agar tanaman kelapa sawit tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.
Warga juga menyampaikan harapan agar kebun sawit ini memberikan manfaat ekonomi langsung. Mereka berharap proyek ini membuka peluang kerja baru di wilayah sekitar kebun.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka ikut mendukung pengembangan sektor perkebunan di Sarolangun.
Cek Endra Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif
Dalam sambutannya, Cek Endra menyampaikan rasa syukur atas dimulainya penanaman perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa sektor perkebunan tetap menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi.
Ia mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif agar berubah menjadi sumber ekonomi baru. Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang usaha.
“Alhamdulillah, kita mulai penanaman perdana di lahan 15 hektar ini. Saya berharap proses ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Cek Endra.
Cek Endra meminta pengelolaan kebun sawit berjalan secara profesional. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan serta perhatian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa sektor perkebunan tidak hanya mengejar produksi. Ia menilai dampak sosial dan keberlanjutan lingkungan juga harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, pengelolaan yang baik akan menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Cek Endra menyoroti peran strategis kelapa sawit dalam mendukung program hilirisasi industri nasional. Ia menilai komoditas ini mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi jika di kelola secara optimal.
Ia mendorong pengembangan sawit di daerah agar terhubung dengan rantai industri yang lebih luas. Dengan begitu, hasil perkebunan tidak hanya berhenti pada bahan mentah.
Cek Endra berharap kebun sawit di Kebun Sribado dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan tidak produktif di daerah lain. Ia ingin model ini menginspirasi pengembangan perkebunan di wilayah lain di Jambi.
Kegiatan penanaman perdana berjalan lancar dengan partisipasi aktif masyarakat dan pekerja kebun. Warga menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan sektor perkebunan.
Dengan di mulainya penanaman ini, lahan 15 hektar di Sarolangun di harapkan berkembang menjadi kawasan perkebunan produktif. Cek Endra menargetkan kebun ini memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.(ar)









