Tebo, oegopost.id – Polres Tebo memperluas layanan darurat polisi 110 dengan cara sederhana tapi berdampak besar. Mereka menempelkan stiker nomor darurat itu ke seluruh kendaraan dinas agar masyarakat lebih mudah mengenal dan mengingat layanan tersebut.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Hitam Mapolres Tebo, Jumat (29/5/2026). Kapolres Tebo AKBP Triyanto turun langsung memimpin kegiatan bersama jajaran pejabat dan personel kepolisian.
Kendaraan Patroli Jadi Media Sosialisasi
Polres Tebo mengerahkan 67 kendaraan dinas untuk dipasangi stiker. Terdiri dari 41 motor patroli, 23 mobil operasional, dan 3 kendaraan roda enam.
Setiap kendaraan yang keluar setiap hari kini membawa pesan penting: nomor darurat 110 bisa dihubungi kapan saja.
Kapolres Tebo AKBP Triyanto menjelaskan bahwa kendaraan patroli tidak hanya bergerak untuk operasi, tetapi juga ikut menyebarkan informasi layanan kepada masyarakat.
“Kalau masyarakat lihat kendaraan kami di jalan, mereka juga langsung tahu ada layanan 110 yang siap 24 jam,” ujarnya.
Layanan 110 Bisa Dihubungi Gratis 24 Jam
Polisi membuka akses 110 sebagai jalur cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Warga bisa menghubungi nomor ini tanpa biaya pulsa.
Layanan ini menerima laporan berbagai kejadian, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, bencana, hingga konflik sosial.
Menurut Kapolres, kecepatan laporan sangat menentukan respons petugas di lapangan.
“Semakin cepat masyarakat melapor, semakin cepat kami bergerak ke lokasi,” katanya.
Dekatkan Polisi dengan Masyarakat
Polres Tebo ingin membuat layanan kepolisian lebih mudah dijangkau tanpa harus datang ke kantor polisi. Masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk menghubungi 110 saat kondisi darurat.
Dengan cara ini, polisi berharap komunikasi dengan warga jadi lebih cepat dan langsung.
Selain itu, keberadaan stiker di kendaraan dinas juga memperkuat pesan bahwa polisi selalu hadir di tengah masyarakat.
Langkah Menuju Pelayanan Lebih Modern
Polres Tebo menilai pemasangan stiker ini sebagai bagian dari perubahan cara kerja yang lebih modern. Mereka tidak hanya mengandalkan kantor polisi, tetapi juga memanfaatkan kendaraan operasional sebagai media informasi bergerak.
Langkah ini sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan darurat.
Kegiatan berlangsung singkat dan berjalan lancar tanpa kendala. Semua kendaraan selesai dipasangi stiker dalam waktu kurang dari satu jam.(ar)









