Bungo, oegopost.id – Open pacuan perahu Rantau Pandan kembali menarik perhatian warga Kabupaten Bungo. Bupati Dedy Putra membuka langsung acara budaya tahunan itu di Tepian Lamo Masjid Al-Furqon, Kamis (28/5/2026).
Sejak pagi, ribuan warga sudah memenuhi kawasan tepian sungai untuk menyaksikan perlombaan perahu tradisional tersebut.
Masyarakat datang dari berbagai daerah untuk menikmati suasana pacuan perahu yang selalu ramai setiap tahun. Banyak warga membawa keluarga dan memilih bertahan di lokasi sejak pagi agar tidak kehilangan momen perlombaan.
Tokoh masyarakat bersama kaum ibu membuka acara dengan pemukulan alat musik tradisional. Sorak penonton langsung terdengar saat peserta mulai menyiapkan perahu di pinggir sungai.
Tradisi yang Terus Dijaga Warga
Masyarakat Dusun Rantau Pandan terus menjaga tradisi pacuan perahu sebagai bagian dari budaya daerah. Setiap tahun, warga selalu menunggu kegiatan ini karena menghadirkan hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak memenuhi Tepian Lamo. Mereka menikmati suasana meriah sambil memberi dukungan kepada tim perahu yang bertanding.
Dedy Putra mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terus mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, pacuan perahu sudah menjadi identitas budaya masyarakat Bungo.
“Tradisi seperti ini harus terus kita lestarikan karena menjadi identitas budaya masyarakat Bungo,” ujar Dedy Putra.
Ia menilai kegiatan budaya seperti pacuan perahu mampu menjaga kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman. Selain itu, tradisi lokal juga bisa memperkuat rasa bangga terhadap daerah sendiri.
Pacuan Perahu Gerakkan Ekonomi Warga
Keramaian pacuan perahu ikut membantu pedagang kecil di sekitar lokasi acara. Banyak warga membuka lapak makanan, minuman, dan jajanan di sepanjang Tepian Lamo.
Pengunjung terlihat ramai membeli dagangan sambil menonton perlombaan. Kondisi itu membuat perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama acara berlangsung.
Beberapa pedagang mengaku penjualan mereka naik dibanding hari biasa. Banyak pengunjung memilih membeli makanan dan minuman karena mereka menghabiskan waktu cukup lama di lokasi perlombaan.
Dedy Putra berharap masyarakat terus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas saat bertanding.
“Semoga kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Pacuan perahu Rantau Pandan juga punya potensi besar sebagai wisata budaya di Kabupaten Bungo. Setiap tahun, tradisi ini selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah.
Keunikan perlombaan perahu tradisional membuat banyak warga sengaja datang untuk menyaksikan langsung suasana di tepian sungai. Selain menikmati lomba, pengunjung juga bisa merasakan nuansa khas budaya masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah terus mendukung kegiatan budaya seperti ini agar tetap hidup dan dikenal generasi muda. Mereka menilai pacuan perahu bukan sekadar perlombaan, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat Dusun Rantau Pandan.
Hingga acara berlangsung siang hari, antusiasme warga masih terlihat tinggi. Penonton terus memadati area Tepian Lamo sambil memberi semangat kepada para peserta yang berlomba di sungai.(ar)









