Pemkot Sungai Penuh Pacu Penyusunan KLHS RDTR Perkotaan 2026–2046

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Alpian Buka FGD dan Konsultasi Publik Penyusunan KLHS RDTR Kota Sungai Penuh 2026–2046.(poto: istimewa).

Sekda Alpian Buka FGD dan Konsultasi Publik Penyusunan KLHS RDTR Kota Sungai Penuh 2026–2046.(poto: istimewa).

Sungai Penuh, oegopost.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai mempercepat penyusunan dokumen KLHS RDTR Sungai Penuh sebagai landasan utama penataan ruang wilayah hingga dua dekade mendatang.

Langkah strategis ini ditandai dengan pembukaan Focus Group Discussion (FGD) I dan Konsultasi Publik I yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, membuka secara resmi agenda penting tersebut untuk mewakili Wali Kota Alfin.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.

Hadir dalam forum ini jajaran Asisten I, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga perwakilan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Direktur PDAM Tirta Khayangan, akademisi, mahasiswa, serta tokoh organisasi masyarakat turut mengawal pembahasan dokumen kelestarian lingkungan ini.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem Dan Penataan Ruang Perkotaan

Kepala DLH Kota Sungai Penuh, Dedi Wahyudi, menegaskan pentingnya keberadaan KLHS dalam memandu program pembangunan daerah.

Instrumen ini memastikan seluruh kebijakan pemerintah daerah tidak merusak daya dukung ekosistem lokal.

Penyusunan KLHS RDTR menjadi amanat langsung Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pemerintah daerah wajib menyelesaikan kajian lingkungan ini sebelum menetapkan peraturan mengenai rencana detail tata ruang.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Padamkan Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi

Melalui pendekatan partisipatif, forum ini memperkuat tata kelola pembangunan daerah dengan melibatkan aspirasi publik secara menyeluruh.

Pemerintah Kota Sungai Penuh ingin memastikan setiap jengkal ruang perkotaan memiliki fungsi yang jelas dan berwawasan lingkungan.

Sekda Alpian saat membacakan sambutan Wali Kota menyampaikan pesan krusial mengenai hubungan antara pembangunan fisik dan ekologi.

Pemerintah daerah mengibaratkan aspek ekonomi dan lingkungan seperti dua sisi mata uang yang saling memengaruhi.

Pembangunan kota memang bertujuan meningkatkan taraf hidup warga, namun berpotensi memicu kerusakan habitat jika alokasi ruang tidak seimbang.

Pengelolaan yang buruk dapat meningkatkan emisi karbon serta memicu krisis lingkungan di masa depan.

Mengatasi Keterbatasan Ruang Terbangun Dan Kawasan Konservasi

Oleh karena itu, penyusunan dokumen RDTR membutuhkan landasan dokumen KLHS yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dokumen tata ruang akan menjadi pedoman operasional teknis dalam penerbitan izin pemanfaatan ruang di lapangan.

Kota Sungai Penuh saat ini mengandalkan pengelolaan ruang yang sangat ketat karena tantangan geografis yang cukup kompleks.

Luas kawasan terbangun di wilayah ini masih berada di bawah angka 30 persen dari total luas daerah.

Sebagian besar wilayah Kota Sungai Penuh merupakan kawasan lindung serta zona konservasi TNKS yang wajib dijaga keberadaannya.

Baca Juga :  Polda Jambi Tanam Pohon Saat Hujan, Aksi Hijau Ini Curi Perhatian

Di sisi lain, laju pertumbuhan penduduk terus menekan kebutuhan lahan untuk pemukiman dan aktivitas ekonomi warga.

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah bijaksana dalam membagi ruang perkotaan secara presisi.

Pemerintah menaruh perhatian ekstra pada potensi bencana alam dan keseimbangan ekosistem dalam menentukan zona pembangunan.

Mendorong Keterlibatan Seluruh Elemen Masyarakat Dan Pemangku Kepentingan

Pemkot Sungai Penuh mengajak seluruh peserta FGD untuk menyetorkan data dan isu strategis dari sektor masing-masing.

Masukan dari instansi teknis akan memperkaya analisis tim penyusun dalam merumuskan rekomendasi kebijakan.

Pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi sektor swasta, dunia akademis, serta kalangan filantropi untuk memberikan gagasan.

Kolaborasi lintas sektor menjamin dokumen yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata warga Kota Sungai Penuh.

Alpian berharap dokumen akhir KLHS RDTR 2026–2046 tampil aplikatif dan realistis untuk diterjemahkan dalam program kerja harian.

Hasil akhir kajian harus mampu menyelaraskan pertumbuhan ekonomi daerah, kesejahteraan sosial, serta kelestarian alam Kerinci.

Tim Teknis Penyusunan KLHS RDTR Kota Sungai Penuh memaparkan tahapan kerja serta metodologi pengumpulan data kepada para peserta.

Para ahli menyerap aspirasi peserta forum demi menyempurnakan draft rancangan tata ruang perkotaan untuk 20 tahun ke depan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Jambi 25 Oktober: Waspada Potensi Hujan Petir
Polres Muaro Jambi Kenalkan Call Center 110 di Mendalo Darat
Kapolda dan Kajati Jambi Bahas Penegakan Hukum Transparan
Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur
Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi
Pemkot Jambi Salurkan Bansos Beras Tahap 4 untuk 49 Ribu KPM
Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Rayakan Hari Santri di Bungo
Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Prakiraan Cuaca Jambi 25 Oktober: Waspada Potensi Hujan Petir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Polres Muaro Jambi Kenalkan Call Center 110 di Mendalo Darat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kapolda dan Kajati Jambi Bahas Penegakan Hukum Transparan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan dan Udara Kabur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi

Berita Terbaru

Update harga emas di Jambi 25 Oktober 2026, mencakup kepingan Antam murni dan aneka perhiasan di etalase toko.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Harga Emas di Jambi Turun per 25 Oktober 2026

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:28 WIB

Ilustarsi Seorang pemuda melihat kotak iPhone 18 yang dipajang di etalase toko elektronik Charsou Mall, Teheran.(poto: AI).

Gadget

iPhone 18 Masuk Pasar Gelap Iran Meski Ditekan Sanksi

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.(poto: istimewa).

Internasional

Panas Pemilu Israel: Netanyahu dan Rival Saling Serang Pakai AI

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:41 WIB