Jambi, oegopost.id – Seorang jemaah haji asal Jambi, Nasrullah Ismail Sabri (54), meninggal dunia di Mina, Arab Saudi. Peristiwa jemaah haji Jambi wafat ini terjadi saat rangkaian ibadah haji 2026 berlangsung di tengah aktivitas padat jemaah.
Petugas mencatat almarhum meninggal pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 11.45 Waktu Arab Saudi di Markaz 70 Mina.
Almarhum tergabung dalam Kloter BTH-24 Embarkasi Batam dan berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dengan kejadian ini, jumlah jemaah asal Jambi yang meninggal selama musim haji tahun ini menjadi tiga orang.
Kondisi Saat Kejadian di Mina
Nasrullah berada di area pemondokan Mina ketika kondisi kesehatannya menurun. Petugas kesehatan haji langsung memantau kondisi almarhum setelah muncul tanda-tanda lemah.
Tim medis kemudian melakukan penanganan, namun kondisi jantungnya terus memburuk dalam waktu singkat. Almarhum mengembuskan napas terakhir di lokasi setelah kondisi kritis tidak tertangani.
Misi Medis Haji Indonesia kemudian mencatat seluruh keterangan dalam Certificate of Death sebagai dokumen resmi penyebab kematian.
Penyebab Medis: Gagal Jantung Akut
Dokter yang menangani, dr. Melly Suryani, menjelaskan bahwa jantung almarhum mengalami gangguan berat yang terjadi secara mendadak. Ia menyebut kondisi itu sebagai Acute Decompensated Heart Failure atau gagal jantung akut.
“Kondisi ini membuat jantung kehilangan kemampuan memompa darah dengan baik, sehingga tubuh tidak mendapat suplai oksigen yang cukup,” jelasnya.
Gangguan tersebut juga muncul akibat aritmia atau gangguan irama jantung. Kondisi ini memperburuk kerja jantung hingga akhirnya menyebabkan kegagalan fungsi organ.
Sebelumnya, almarhum memiliki riwayat Congestive Heart Failure atau gagal jantung kronis. Penyakit ini sudah berlangsung lama dan membuat kondisi fisiknya lebih rentan saat menjalani aktivitas ibadah yang cukup padat di Tanah Suci.
Tim medis tidak menemukan penyakit penyerta lain di luar gangguan jantung tersebut.
Respons Petugas dan Pemerintah
Petugas haji Indonesia bersama pemerintah daerah langsung menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan doa dan dukungan untuk keluarga.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa petugas haji terus menjaga kesehatan seluruh jemaah selama rangkaian ibadah berlangsung. Pengawasan dilakukan terutama di lokasi padat seperti Mina untuk mengurangi risiko kesehatan.
Badal Haji untuk Almarhum
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan pemerintah akan melaksanakan badal haji untuk almarhum. Program ini menggantikan ibadah haji yang belum sempat selesai oleh jemaah.
PPIH menegaskan bahwa keluarga tidak perlu khawatir karena seluruh proses badal haji berjalan sesuai ketentuan resmi. Petugas juga menghubungi pihak keluarga di Indonesia untuk memberikan informasi lengkap dan dukungan emosional.
Di sisi lain, petugas haji terus memantau kondisi jemaah lain di Mina. Mereka mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan, cukup istirahat, dan menghindari aktivitas berat di tengah cuaca panas.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan sangat berpengaruh selama pelaksanaan ibadah haji. Petugas terus berupaya memberikan layanan terbaik agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.(ar)









