Jambi, oegopost.id – Razia lapas Jambi bersama Lapas Kelas IIA Jambi dan Satbrimob Polda Jambi berjalan ketat pada Senin (25/5/2026) malam.
Petugas menyisir kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mencegah masuknya barang terlarang.
Hasilnya, tim tidak menemukan handphone maupun narkoba, tetapi tetap mengamankan sejumlah barang yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan.
Razia Dimulai Malam Hari
Tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 20.00 WIB di lingkungan Lapas Kelas IIA Jambi. Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi memimpin langsung jalannya operasi bersama Kepala Lapas Syahroni Ali.
Petugas langsung masuk ke blok hunian WBP dan memeriksa satu per satu kamar. Mereka juga memeriksa barang pribadi warga binaan untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan.
Selain itu, tim kesehatan dan petugas pemasyarakatan ikut menjalankan tes urine kepada sejumlah WBP dan pegawai lapas. Langkah ini membantu memperkuat deteksi dini penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan lapas.
Syahroni Ali menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan pengawasan. “Kami tidak memberi ruang untuk barang terlarang masuk ke dalam lapas. Semua langkah ini kami lakukan untuk menjaga keamanan,” ujarnya.
Brimob Perkuat Pengamanan Lapangan
Sebanyak 23 petugas Lapas Kelas IIA Jambi bekerja sama dengan 10 personel Satbrimob Polda Jambi dalam operasi tersebut. Kolaborasi ini memperkuat pengamanan saat petugas menyisir setiap blok hunian.
Personel Brimob membantu mengatur pergerakan tim agar pemeriksaan berjalan tertib. Mereka juga mengamankan area luar kamar saat petugas melakukan penggeledahan di dalam blok.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa gangguan. Petugas memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menyembunyikan barang terlarang.
Petugas Temukan Barang Non-Narkoba
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada handphone maupun narkoba di dalam kamar WBP. Namun, petugas tetap menemukan beberapa barang yang tidak sesuai aturan lapas.
Barang tersebut meliputi korek api gas, kartu remi, domino, alat cukur, kabel terminal, kipas angin, hingga perlengkapan kecil lainnya. Tim langsung mengamankan seluruh barang itu dari kamar hunian.
Petugas menilai barang-barang tersebut bisa memicu potensi gangguan jika tidak terkontrol. Karena itu, mereka mengeluarkan semua temuan dari blok hunian untuk diproses lebih lanjut.
Salah satu petugas lapangan menyebutkan, “Kami fokus pada pencegahan. Sekecil apa pun barang yang berpotensi mengganggu keamanan tetap kami tindak.”
Penguatan Program Zero Halinar
Kepala Lapas Syahroni Ali menegaskan bahwa razia ini mendukung program Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba). Ia meminta seluruh jajaran tetap konsisten menjaga pengawasan di dalam lapas.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan terus menggelar razia rutin. “Kami ingin memastikan lingkungan lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang,” katanya.
Setelah operasi selesai, petugas langsung mendata dan menyiapkan barang sitaan untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.(ar)









