Jambi, oegopost.id – Wali Kota Jambi Maulana membuka Rakorda Bangga Kencana 2026 dan menegaskan pembangunan keluarga Kota Jambi menjadi fondasi utama untuk menekan stunting serta mendukung Indonesia Emas 2045, Kamis (21/05/2026) di Aula Griya Mayang.
Rakorda Bangga Kencana 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kota Jambi menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur.
Peserta datang dari OPD, instansi vertikal, lembaga pendidikan, Kementerian Agama, hingga penyuluh keluarga berencana.
Maulana membuka kegiatan ini dan langsung menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi berkualitas.
“Keluarga menentukan masa depan kota ini. Karena itu kita harus memperkuatnya dari sekarang,” kata Maulana.
Fokus Utama: Percepat Penurunan Stunting
Pemerintah Kota Jambi mengarahkan Rakorda ini untuk memperkuat program keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting.
Maulana menjelaskan bahwa pemerintah menyasar 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai periode paling penting dalam pembentukan kesehatan anak.
Ia juga mengingatkan bahwa jumlah penduduk Kota Jambi mencapai 649.260 jiwa berdasarkan data BPS 2025, sehingga pemerintah perlu bekerja lebih cepat dan tepat.
Program Bangga Kencana juga menyentuh perencanaan kehamilan, edukasi keluarga, hingga peningkatan peran perempuan di sektor pendidikan dan ekonomi.
Quick Wins BKKBN Jadi Penguat Program
Pemerintah Kota Jambi menyelaraskan program daerah dengan lima Quick Wins nasional dari BKKBN Provinsi Jambi.
Program itu mencakup Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Tamasya, GATI, dan Lansia Berdaya.
Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi langsung menggerakkan seluruh perangkat daerah untuk menjalankan program tersebut.
“Kami jalankan semua program ini agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Integrasi Data Percepat Layanan Gizi
Pemkot Jambi menghubungkan data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini membantu pemerintah memetakan kebutuhan gizi secara lebih cepat dan akurat.
Saat ini, Pemkot Jambi mengoperasikan 43 SPPG dengan target lebih dari 11 ribu penerima manfaat.
Sebanyak 4.900 warga sudah menerima bantuan gizi dari program tersebut.
Maulana menegaskan bahwa integrasi data ini mempercepat penanganan kasus stunting di berbagai wilayah kota.
Kolaborasi Pendidikan dan Penguatan SDM
Pemkot Jambi juga menjalin kerja sama dengan Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi.
Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pemerintah kota mendorong perguruan tinggi ikut terlibat langsung dalam penguatan keluarga dan edukasi masyarakat.
Langkah ini memperluas peran akademisi dalam pembangunan berbasis keluarga di Kota Jambi.
Penutup
Rakorda Bangga Kencana 2026 menunjukkan arah pembangunan Kota Jambi yang semakin fokus pada penguatan keluarga.
Pemerintah kota mendorong seluruh pihak untuk bergerak bersama menekan stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda.
Dengan kerja sama lintas sektor, Kota Jambi memperkuat langkah menuju masyarakat sehat, produktif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(ar)









