Kotak Amal di Tanjung Jabung Barat Kini Wajib Punya QR Code

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Anwar Sadat meluncurkan langsung sistem ini di halaman Kantor Bupati pada Rabu (20/05).( poto : JAMBIlink ).

Bupati Anwar Sadat meluncurkan langsung sistem ini di halaman Kantor Bupati pada Rabu (20/05).( poto : JAMBIlink ).

Tanjung Jabung Barat, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai menerapkan barcode kotak amal digital pada seluruh kotak amal di wilayahnya untuk memperkuat transparansi dan pengawasan donasi masyarakat, termasuk frasa kunci 4 kata.

Bupati Anwar Sadat meluncurkan langsung sistem ini di halaman Kantor Bupati pada Rabu (20/05), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Kotak Amal Kini Lebih Terdata

Pemerintah daerah melihat banyak kotak amal di ruang publik selama ini belum tercatat dengan rapi. Kondisi itu membuat pengawasan dana sosial berjalan kurang optimal.

Anwar Sadat menegaskan pemerintah ingin menata ulang sistem pengelolaan donasi agar lebih jelas dan bisa dipantau.

“Dengan QR Code ini, masyarakat langsung tahu lembaga pengelola dan tujuan penggunaan dana,” kata Anwar Sadat.

Cegah Kotak Amal Tidak Resmi

Pemkab mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2024 untuk mengatur pengumpulan dana sosial. Aturan ini menekankan pencegahan kotak amal ilegal yang tidak terdaftar.

Baca Juga :  FIFGROUP Tebar Kurban untuk Warga Muara Bungo

Banyak kotak amal muncul di warung, toko, dan tempat umum tanpa informasi jelas. Pemerintah kini meminta setiap kotak amal menampilkan QR Code resmi.

Masyarakat bisa langsung memindai kode tersebut sebelum memberikan donasi.

Cara Kerja QR Code Kotak Amal

Sistem barcode kotak amal digital bekerja dengan cara sederhana. Masyarakat memindai QR Code menggunakan ponsel, lalu sistem menampilkan data lembaga pengelola.

Informasi yang muncul meliputi legalitas yayasan, tujuan donasi, hingga laporan penyaluran dana.

Selain itu, sistem ini juga terhubung dengan layanan pembayaran digital, sehingga masyarakat bisa langsung berdonasi tanpa uang tunai.

Transparansi Jadi Fokus Utama

Pemerintah menekankan transparansi sebagai tujuan utama program ini. Sistem ini membantu masyarakat melihat alur dana secara lebih terbuka.

Anwar Sadat menyebut pengawasan ketat penting agar dana sosial tidak disalahgunakan.

“Pemerintah memastikan setiap donasi sampai ke tujuan yang tepat dan dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga :  Mediasi Sengketa Lahan Bukit Bakar: Pemkab Tanjab Barat Fasilitasi Kesepakatan Akses Jalan

Dorong Donasi Digital Lebih Mudah

Pemkab juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan dana sosial. Sistem ini memudahkan masyarakat berdonasi hanya dengan ponsel.

Data transaksi tercatat secara real-time, sehingga proses pelaporan menjadi lebih jelas dan akurat.

Wakil Bupati Katamso bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat turut hadir dalam peluncuran sistem tersebut.

Imbauan untuk Warga

Pemerintah mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa QR Code sebelum memberikan bantuan.

Langkah sederhana ini membantu memastikan donasi masuk ke lembaga resmi dan tidak disalahgunakan.

Dengan sistem ini, masyarakat bisa berdonasi dengan lebih aman dan percaya diri.

Penutup

Penerapan barcode kotak amal digital di Tanjung Jabung Barat membawa perubahan besar dalam pengelolaan dana sosial.

Pemerintah menargetkan sistem ini membuat donasi lebih transparan, aman, dan mudah dipantau oleh semua pihak.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi
Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Berita Terbaru