Bungo, oegopost.id – Bupati Bungo tegur PUPR saat menghadiri Wisuda Akbar Tahfiz dan Haflatul Ikhtitam Pondok Pesantren Daral Huffaz Addaulaen (DHA), Selasa (19/5/2026).
Di depan ratusan santri, wali santri dan tokoh masyarakat, Dedy meminta pemerintah segera memperbaiki jalan rusak menuju pondok pesantren yang selama ini dikeluhkan warga.
Aksi spontan itu membuat suasana acara berubah menjadi forum penyampaian aspirasi masyarakat.
Jalan Rusak Jadi Keluhan Utama
Warga BTN Bungo Pertama, Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani, sudah lama mengeluhkan kondisi jalan menuju Ponpes DHA.
Jalan tersebut menjadi akses utama santri dan warga sekitar. Banyak kendaraan kesulitan melintas karena paving block di sejumlah titik amblas dan pecah.
Akses itu juga berfungsi sebagai jalur alternatif dari kawasan Lintas Asri sehingga aktivitas masyarakat cukup padat setiap hari.
Saat acara berlangsung, Dedy langsung meminta pejabat PUPR maju mendekati panggung utama.
“Tolong pak Kabid segera berikan solusi atas jalan ini. Bisa kan jangan sampai tidak,” tegas Dedy.
Ucapan itu langsung memancing tepuk tangan warga yang hadir di lokasi.
Sejumlah warga mengaku senang karena pemerintah akhirnya merespons keluhan mereka secara terbuka.
Dedy Putra Soroti Pengembangan Pesantren
Selain jalan rusak, pimpinan Ponpes DHA juga menyampaikan kendala pengembangan fasilitas pendidikan.
Jumlah santri terus bertambah setiap tahun. Namun, pihak pesantren belum memiliki lahan yang cukup untuk memperluas area belajar dan pembangunan fasilitas baru.
Menanggapi hal itu, Dedy mengaku akan mencoba menemui tokoh masyarakat Bungo, H. Syamsudin, yang memiliki lahan kosong di samping pesantren.
“Saya minta keluarga besar ponpes dan masyarakat mendoakan. Saya mencoba menghadap, yakin lah kalau Tuhan berkehendak akan terwujud,” ujarnya.
Menurut Dedy, H. Syamsudin selama ini banyak membantu pembangunan daerah melalui hibah tanah untuk kepentingan masyarakat.
Pernyataan itu langsung mendapat sambutan hangat dari tamu undangan yang hadir.
Pemkab Bungo Siapkan Dukungan
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga menyampaikan rencana pembangunan masjid di lingkungan pesantren.
Ia meminta pengurus pondok dan masyarakat tetap kompak agar pembangunan berjalan lancar.
“Untuk tanda jadi saya titipkan Rp10 juta,” katanya.
Selain itu, Pemkab Bungo akan berkoordinasi dengan Kodim 0416/Bute untuk membantu penyediaan sumur bor bagi kebutuhan air bersih santri.
Dedy juga mendorong yayasan pondok pesantren segera berkoordinasi dengan Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program itu diharapkan bisa membantu kebutuhan para santri sekaligus meringankan beban wali santri.
Tokoh Ulama Ikut Beri Dukungan
Tokoh ulama Bungo sekaligus mantan pejabat Kementerian Agama, Abd. Rahman, ikut memberikan semangat kepada pihak pesantren.
Ia meminta pimpinan Ponpes DHA tidak terlalu khawatir terkait persoalan lahan maupun akses jalan.
“Menjawab kekhawatiran pimpinan Ponpes DHA adinda Asnadi jangan khawatir. Kalau Rajo lah datang selesaikan lah semua,” ujarnya.
Ucapan itu langsung mengundang tawa dan tepuk tangan hadirin.
Setelah acara selesai, Dedy Putra dan Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah langsung meninjau jalan rusak dan lahan kosong di sekitar pesantren.
Di lokasi peninjauan, Dedy kembali menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat dan mendukung pengembangan Ponpes DHA.
“Mohon doanya ya. Insa Allah kita selesaikan,” pungkasnya.
Penutup
Kehadiran Bupati Bungo di acara wisuda santri Ponpes DHA tidak hanya menjadi agenda seremonial. Warga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun.
Kini masyarakat menunggu langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki akses jalan dan mendukung pengembangan pondok pesantren.(ar)









