Detik-Detik Mencekam di Sungai Batanghari: Tiga Pekerja Diduga Terpapar Gas Beracun di Palka Tongkang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi pekerja terpapar gas palka oleh tim SAR di tongkang Sungai Batanghari Muaro Jambi.( Poto : istimewa ).

Evakuasi pekerja terpapar gas palka oleh tim SAR di tongkang Sungai Batanghari Muaro Jambi.( Poto : istimewa ).

Muaro Jambi, oeopost.id – Insiden pekerja terpapar gas beracun di palka tongkang mengguncang aliran Sungai Batanghari, kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, pada Rabu (20/5/2026) pagi.

Tiga pekerja dilaporkan mengalami kondisi membahayakan manusia (KMM) saat melakukan perbaikan di ruang tertutup kapal KM TS Daya Niaso.

Peristiwa ini langsung memicu kepanikan di lokasi karena para korban tiba-tiba lemas di dalam palka yang diduga minim oksigen dan berpotensi mengandung gas beracun.

Kronologi Kejadian: Bermula dari Pekerjaan Rutin

Insiden bermula sekitar pukul 08.55 WIB ketika tiga pekerja bernama Zulkarnain, Popo, dan Rudiansyah masuk ke dalam palka tongkang untuk melakukan pekerjaan perbaikan rutin.

Awalnya, aktivitas berjalan normal tanpa tanda mencurigakan. Namun, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Para pekerja tiba-tiba kehilangan tenaga dan tidak lagi merespons panggilan dari rekan kerja di luar palka.

Kondisi itu membuat kru kapal panik. Mereka segera memeriksa situasi dan menduga adanya paparan gas berbahaya di ruang tertutup tersebut.

Salah satu pihak kapal kemudian melaporkan kejadian ini ke otoritas terkait untuk meminta bantuan evakuasi darurat.

Laporan Cepat dan Respons Tim SAR

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan bahwa laporan resmi pertama masuk sekitar pukul 09.15 WIB dari pemilik tongkang bernama Sani.

“Setelah mengetahui kondisi korban di dalam palka, pihak kapal segera meminta bantuan evakuasi kepada tim SAR,” ujar Adah.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Jambi langsung mengerahkan satu unit Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari delapan personel rescue. Tim bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 09.35 WIB.

Baca Juga :  Pascadiserang Hacker, Bank Jambi Targetkan Mobile Banking Normal Bulan Ini

Mereka menempuh jalur darat dan air untuk mencapai titik kejadian yang berjarak sekitar 13,5 kilometer dari kantor SAR.

Berdasarkan koordinat, lokasi tongkang berada di 1°34’47.99″S – 103°37’55.90″E dengan estimasi tiba sekitar pukul 10.20 WIB.

Proses Evakuasi Dengan Risiko Tinggi di Ruang Terbatas

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung menghadapi tantangan besar. Palka tongkang merupakan ruang tertutup yang berisiko tinggi karena kemungkinan adanya gas beracun dan minimnya sirkulasi udara.

Untuk mengatasi situasi tersebut, tim menggunakan prosedur khusus Confined Space Rescue (CSR). Prosedur ini mengharuskan penanganan ekstra hati-hati agar tidak menambah korban baru dalam proses penyelamatan.

Tim juga mengerahkan berbagai perlengkapan pendukung, seperti Rescue Car, Rigid Bouyancy Boat (RBB), alat medis, perangkat komunikasi, hingga drone thermal.

Teknologi ini membantu tim memantau kondisi di dalam palka tanpa harus langsung masuk secara sembarangan.

Drone thermal menjadi alat penting untuk mendeteksi potensi panas, pergerakan, dan kondisi di dalam ruang tertutup yang sulit dijangkau mata manusia.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Ketiga korban diketahui bekerja di lokasi tongkang tersebut dan tengah melakukan aktivitas perbaikan rutin.

Hingga laporan terakhir, proses evakuasi masih berlangsung dan tim terus berupaya mengeluarkan korban dari dalam palka.

Belum ada keterangan resmi terkait kondisi akhir para korban setelah berhasil dievakuasi. Namun, tim SAR menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah menyelamatkan korban secepat mungkin agar segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Baca Juga :  JBC Jambi jadi tempat nongkrong dan ladang kerja hits

Dugaan sementara mengarah pada paparan gas beracun yang terperangkap di dalam palka tongkang.

Kondisi ruang tertutup seperti ini memang memiliki risiko tinggi, terutama jika tidak dilakukan pengukuran kadar oksigen dan gas berbahaya sebelum pekerja masuk.

Selain itu, kurangnya ventilasi juga bisa menyebabkan penurunan kadar oksigen secara drastis, sehingga pekerja bisa kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di ruang terbatas, terutama pada industri pelayaran dan perbaikan kapal.

Penanganan Lanjutan dan Fokus Keselamatan

Hingga siang hari, tim SAR gabungan masih melanjutkan proses evakuasi di lokasi kejadian. Mereka bekerja secara bergantian untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.

Selain evakuasi, pihak berwenang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kerja di lokasi kejadian. Langkah ini penting untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.

Penutup

Insiden di Sungai Batanghari ini menjadi pengingat keras bahwa pekerjaan di ruang terbatas memiliki risiko serius yang tidak boleh di abaikan.

Kedisiplinan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung, serta pemeriksaan kondisi ruang sebelum bekerja menjadi kunci utama untuk mencegah tragedi serupa.

Perkembangan lebih lanjut terkait kondisi korban masih menunggu laporan resmi dari tim di lapangan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi
Antisipasi Dampak Karhutla, Polda Jambi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak
DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah
Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter
Pertamina Sumbagsel Blokir Ribuan Nopol Kendaraan Penyeleweng BBM Subsidi
Pelantikan DPD APPSI Bungo Alan Capir Rudin Resmi Diumumkan
Danrem 042/Gapu Salurkan 25.000 Masker Presiden untuk Warga Jambi
Korem 042 Garuda Putih Buka Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I 2027
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:36 WIB

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi

Minggu, 20 September 2026 - 13:06 WIB

DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah

Minggu, 20 September 2026 - 12:58 WIB

Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter

Minggu, 20 September 2026 - 12:54 WIB

Pertamina Sumbagsel Blokir Ribuan Nopol Kendaraan Penyeleweng BBM Subsidi

Minggu, 20 September 2026 - 12:34 WIB

Pelantikan DPD APPSI Bungo Alan Capir Rudin Resmi Diumumkan

Berita Terbaru

Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia menggelar FASI XVIII Kabupaten Tebo pada Sabtu (19/9/2026).(poto: jambiprima.com).

Islami

Gelaran FASI XVIII Tebo Wadah Pembentukan Generasi Islami

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:48 WIB

Satreskrim Polres Bungo berhasil mengamankan seorang pria berinisial JY yang menjadi tersangka utama dalam kasus pencurian dengan kekerasan di kawasan Perumahan Bungo Persada Indah.(poto: jambiprima.com).

Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Perampokan di Bungo Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:44 WIB

Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi Edi Purwanto.(poto: jambiprima.com).

Daerah

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:36 WIB

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Paulus Agung Pambudhi meninjau langsung pelayanan JKN RSUD Jambi, tepatnya di RSUD H Abdul Manap.(poto: istimewa).

Kesehatan

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan JKN RSUD Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:30 WIB