Warga Sarolangun Demo Tolak PT SMM, Aksi Sempat Ricuh di Kantor Bupati

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Pelawan Jaya, Sarolangun, menggelar demo menolak PT SMM. Aksi emak-emak sempat ricuh di kantor bupati sebelum berakhir dengan kesepakatan sementara.( Poto : JAMBIlink ).

Warga Desa Pelawan Jaya, Sarolangun, menggelar demo menolak PT SMM. Aksi emak-emak sempat ricuh di kantor bupati sebelum berakhir dengan kesepakatan sementara.( Poto : JAMBIlink ).

Jambi, oegopost.id – Warga Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, Jambi, menggelar demo penolakan PT SMM Sarolangun dan pabrik sawit Jambi di depan kantor Bupati Sarolangun pada Rabu (13/5/2026).

Mereka menilai perusahaan tersebut menjalankan operasional tanpa sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan diduga belum menyelesaikan perizinan secara lengkap.

Warga kemudian menuntut pemerintah daerah segera menghentikan aktivitas perusahaan karena mereka menilai keberadaan pabrik telah menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Aksi Digelar di Kantor Bupati Sarolangun

Ratusan massa, yang didominasi emak-emak, datang bersama anak-anak mereka untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Sejak siang, massa menyuarakan protes melalui orasi dan membentangkan spanduk berisi tuntutan penutupan PT SMM.

Mereka kemudian bergerak mencoba memasuki halaman kantor bupati untuk menemui langsung kepala daerah.

Ketegangan dan Kericuhan di Lapangan

Aparat kepolisian menghadang massa yang berusaha masuk ke area kantor bupati. Situasi langsung memanas dan kedua pihak terlibat aksi saling dorong di depan gerbang.

Baca Juga :  TPP ASN Provinsi Jambi Belum Cair, Pemprov Tunggu Pusat

Beberapa ibu-ibu terdorong di tengah kerumunan sehingga situasi semakin tidak terkendali. Massa berteriak meminta aparat memberi ruang karena kondisi di lapangan semakin sesak.

Meski aparat berhasil mengendalikan situasi, massa tetap bertahan di lokasi meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tuntutan Warga kepada Pemerintah dan DPRD

Koordinator aksi, Zuber, menyampaikan bahwa warga menolak PT SMM karena perusahaan tersebut memulai aktivitas tanpa sosialisasi kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan sudah beroperasi meskipun proses perizinan belum tuntas sepenuhnya.

Warga juga mengkritik DPRD Sarolangun yang mereka nilai tidak serius memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama dari daerah yang terdampak langsung aktivitas perusahaan.

Sejumlah warga bahkan mempertanyakan peran wakil rakyat yang mereka pilih, karena mereka menilai DPRD belum memberikan solusi nyata atas konflik tersebut.

Baca Juga :  Jambi Catat Kemajuan Kesetaraan Gender, IKG Turun dan Masuki Fase Penuaan Penduduk

Beberapa anak terlihat ikut dalam aksi dan membawa poster tuntutan warga.

Warga menilai kondisi ini menunjukkan bahwa konflik telah berdampak pada kehidupan sosial masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan lingkungan mereka.

Dialog dengan Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah Sarolangun turun langsung menemui massa di tengah hujan untuk membuka dialog. Ia berbicara dengan perwakilan warga guna meredakan ketegangan di lokasi.

Setelah proses dialog berlangsung cukup lama, pemerintah daerah dan perwakilan warga menyepakati beberapa poin penting sebagai langkah awal penyelesaian.

Pemerintah daerah dan warga menyepakati tiga hal utama, yaitu pembatasan jam operasional PT SMM, rencana pertemuan warga dengan Bupati Sarolangun pada 19 Mei 2026, serta jaminan keamanan bagi peserta aksi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional
Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13
Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:00 WIB

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Berita Terbaru