Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman tanah longsor dan banjir setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung memantau sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami longsor susulan.
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan kondisi cuaca hingga Jumat masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Karena itu, pemerintah daerah menetapkan status siaga di beberapa wilayah yang masuk kategori rawan longsor.
“Kondisi saat ini masih hujan. Longsor sebelumnya sudah berhasil kami tangani,” kata Zainadi di Bungo, Jumat.
Empat Kecamatan Masuk Zona Pengawasan
BPBD Kabupaten Bungo telah memetakan sejumlah titik yang berisiko tinggi mengalami longsor.
Dari hasil pemantauan tersebut, terdapat empat kecamatan yang menjadi fokus pengawasan, yakni Kecamatan Tanah Sepenggal, Limbur, Bathin III Ulu, dan Kecamatan Rantau Pandan.
Petugas BPBD bersama tim gabungan kini rutin melakukan patroli di wilayah tersebut untuk memastikan kondisi tetap aman.
Mereka juga memantau pergerakan tanah, debit air, dan potensi longsor yang dapat mengancam permukiman warga.
Selain menyiagakan personel di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bungo juga menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam rapat itu, pemerintah membahas langkah strategis penanganan bencana serta upaya percepatan evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh instansi bergerak cepat apabila hujan deras kembali memicu longsor maupun banjir di kawasan rawan.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.
Warga diminta segera mencari tempat aman apabila menemukan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari tebing.
Zainadi juga meminta masyarakat tidak memaksakan aktivitas di sekitar tebing saat hujan turun dengan durasi lama karena kondisi tanah menjadi lebih labil.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor agar selalu berhati-hati dan tetap waspada,” ujarnya.
Longsor Sebelumnya Tewaskan Dua Anak
Sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, pada Rabu (13/5).
Material tanah dari tebing menimbun sebuah rumah warga saat hujan deras melanda kawasan tersebut.
Dalam peristiwa itu, seorang ibu rumah tangga bernama Suryani (40) mengalami patah kaki akibat tertimbun material longsor di bagian dapur rumahnya.
Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dan langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, putrinya Revita (10), siswi kelas 4 SD, meninggal dunia setelah tim menemukan tubuhnya saat proses evakuasi berlangsung.
Adiknya, Arya (5), sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Bungo karena mengalami kondisi kritis. Namun, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Peristiwa tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Bungo meningkatkan kesiapsiagaan agar bencana serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.(ar)









