Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo menetapkan status tanggap darurat setelah banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Curah hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir memicu meluapnya sungai dan menyebabkan longsor di beberapa titik.
Akibat bencana itu, ribuan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 4.386 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di sembilan kecamatan.
Pemerintah daerah pun langsung mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat dan meminimalkan dampak bencana.
Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak pada Jumat, 15 Mei 2026.
Ia mendatangi Kampung Lubuk Tenam, Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, hingga Dusun Purwo Bhakti di Kecamatan Bathin III.
Pemerintah Daerah Pastikan Penanganan Berjalan Cepat
Dalam kunjungannya, Tri Wahyu memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat menangani kondisi darurat di lapangan.
Ia juga memantau kondisi warga serta mengecek kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat banjir dan longsor.
Menurut Tri Wahyu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BPBD, aparat kecamatan, dan dinas terkait agar proses evakuasi serta penyaluran bantuan berjalan lancar.
Pemerintah juga fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi.
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan penanganan cepat selama masa darurat,” ujar Tri Wahyu saat meninjau lokasi banjir.
Selain merendam ribuan rumah, bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Sementara itu, satu warga lainnya diduga meninggal akibat tersengat arus listrik saat banjir melanda kawasan permukiman.
Pemkab Dirikan Posko Pengungsian dan Dapur Umum
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Bungo mendirikan tenda pengungsian di sejumlah titik terdampak.
Pemerintah juga mengoperasikan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi warga yang mengungsi.
Posko darurat tersebut menjadi tempat sementara bagi masyarakat yang rumahnya terendam atau mengalami kerusakan.
Selain itu, petugas terus mendistribusikan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Cuaca ekstrem yang masih terjadi berpotensi memperparah kondisi di sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor.
Tri Wahyu meminta warga berhati-hati terhadap bahaya korsleting listrik saat banjir masih menggenangi permukiman.
Pemerintah Kabupaten Bungo memastikan pemantauan terus berlangsung agar penanganan bencana berjalan maksimal dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.(ar)









