Jambi, oegopost.id – Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan mengatasnamakan Gubernur Al Haris.
Ia menegaskan bahwa sejumlah oknum memanfaatkan nama pejabat daerah untuk melakukan aksi penipuan dengan berbagai modus.
Modus Penipuan Menyasar Jabatan hingga Proyek
Para pelaku penipuan menawarkan berbagai iming-iming, seperti jabatan tertentu, proyek pemerintah, hingga kelulusan dalam seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Mereka juga mengaku sebagai orang dekat atau utusan gubernur untuk meyakinkan korban agar mudah percaya.
Penyebaran Penipuan Melalui Media Digital
Penipuan ini menyebar luas di wilayah Provinsi Jambi dan menjangkau masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi digital.
Pelaku menggunakan telepon, pesan singkat, hingga media sosial untuk mencari korban tanpa batas wilayah.
Peningkatan Kasus Seiring Perkembangan Teknologi
Nanda Herlambang menyampaikan bahwa kasus penipuan semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital.
Pelaku memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan keberhasilan aksi mereka.
Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence
Para penipu kini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat aksi mereka.
Teknologi ini memungkinkan pelaku memalsukan foto, suara, video, hingga percakapan digital yang tampak sangat meyakinkan sehingga sulit dibedakan oleh masyarakat awam.
Imbauan Verifikasi Informasi dari Pemerintah
Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan kebijakan berjalan secara resmi, transparan, dan tidak melalui jalur pribadi.
Tidak ada praktik pembayaran untuk mendapatkan jabatan, proyek, maupun kelulusan PNS.
Nanda meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi ke instansi resmi apabila menerima informasi atau tawaran yang mencurigakan.
Ia juga menegaskan agar warga tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat supaya segera melaporkannya kepada aparat berwenang.
Kesimpulan
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin canggih.
Kewaspadaan, verifikasi informasi, dan sikap tidak mudah percaya menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari kerugian akibat aksi oknum tidak bertanggung jawab.(ar)









