Guru Non-ASN Masuk Masa Transisi, Skema Baru Disiapkan Jelang 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menetapkan masa tugas guru non-ASN berakhir 2026 dan menyiapkan skema baru menuju sistem ASN penuh pada 2027.( Poto : detikcom ).

Pemerintah menetapkan masa tugas guru non-ASN berakhir 2026 dan menyiapkan skema baru menuju sistem ASN penuh pada 2027.( Poto : detikcom ).

Jakarta, oegopost.id – Guru di daerah 3T tetap menjalankan aktivitas mengajar di tengah masa transisi kebijakan guru non-ASN 2027.

Masa tugas guru non-ASN di sekolah negeri akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Pemerintah menetapkan kebijakan ini sebagai bagian dari penataan sistem kepegawaian nasional yang mengacu pada Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk penghentian mendadak.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan proses transisi menuju sistem ASN yang berlaku penuh pada 2027.

“Kebijakan ini merupakan konsekuensi dari pelaksanaan Undang-Undang ASN yang mulai berjalan efektif secara menyeluruh pada 2027,” ujar Mu’ti.

Guru Pindah Status ke ASN

Pemerintah kini menghapus penggunaan istilah honorer dalam sistem kepegawaian. Sebagai gantinya, seluruh tenaga pendidik diarahkan masuk ke skema ASN melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Langkah ini bertujuan memberikan kepastian karier, sistem penggajian yang lebih terstruktur, serta perlindungan kerja yang lebih jelas bagi guru.

Skema PPPK Paruh Waktu Jaga Proses Belajar

Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, pemerintah menghadirkan skema PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  Pemko Sungai Penuh Titip Pesan di Wisuda STIT Kerinci

Skema ini menyasar guru yang sudah mengikuti seleksi PPPK tetapi belum berhasil lolos.

Melalui mekanisme tersebut, para guru tetap dapat mengajar sambil menunggu kesempatan seleksi berikutnya. Kebijakan ini sekaligus mencegah kekosongan tenaga pengajar di sekolah.

Daerah Hadapi Tantangan Pembiayaan

Sejumlah pemerintah daerah mulai menyampaikan kendala dalam pembiayaan, terutama untuk menggaji guru PPPK paruh waktu.

Kondisi ini mendorong koordinasi lebih lanjut antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Kementerian PANRB.

Upaya sinkronisasi kebijakan terus dilakukan agar penataan ini berjalan lancar tanpa mengganggu layanan pendidikan.

Kebutuhan Guru Masih Tinggi di Wilayah 3T

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa peran guru non-ASN masih sangat penting.

Kebutuhan tersebut terutama terlihat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Ia memastikan penataan dilakukan secara bertahap, bukan dengan menghapus tenaga pengajar yang sudah ada.

Penugasan Berlaku Hingga 2026

Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 memberi kepastian bahwa 237.196 guru non-ASN tetap dapat mengajar hingga akhir 2026.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Jambi Dorong Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Melalui STIKES Merangin

Mereka harus terdaftar dalam data pendidikan per 31 Desember 2024 dan aktif mengajar di sekolah milik pemerintah daerah.

Selama masa tugas, pemerintah tetap memberikan penghasilan sesuai kondisi masing-masing. Guru bersertifikat yang memenuhi beban kerja menerima tunjangan profesi.

Sementara itu, guru yang belum memenuhi syarat tetap memperoleh insentif. Pemerintah daerah juga dapat menambah penghasilan sesuai kemampuan anggaran.

Peluang Jadi ASN Tetap Terbuka

Pemerintah membuka formasi guru dalam beberapa tahun ke depan. Kesempatan ini memberi ruang bagi guru non-ASN untuk mengikuti seleksi dan beralih status menjadi ASN.

Jika berhasil lolos, para guru akan memperoleh jalur karier yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Transisi Menuju Sistem Baru

Perubahan ini menandai langkah besar dalam reformasi sektor pendidikan. Pemerintah berupaya memastikan proses transisi berjalan bertahap dan tetap menjaga stabilitas kegiatan belajar mengajar.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraan guru di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PGSD FKIP UNJA Latih Guru SD Batanghari Susun Soal HOTS Berbasis AI
UBR Jambi Kukuhkan 688 Lulusan FIKes, Siap Fasilitasi Karier Internasional Lewat Migran Centre
UBR Jambi Gelar Yudisium Dan Sumpah Profesi Kesehatan
FH UNJA dan Disdik Jambi Perkuat Pengelolaan Pendidikan Daerah
Tim FH UNJA Beri Edukasi UU SPPA di SMAN 6 Muaro Jambi
FH UNJA Edukasi Ribuan Siswa SMAN 1 Muaro Jambi Terkait Kawasan Tanpa Rokok
Empat Siswa MTsN 1 Sungai Penuh Lolos OMI Provinsi
Kerjasama PTDI STTD Muaro Jambi Buka Peluang Pendidikan Kedinasan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:17 WIB

PGSD FKIP UNJA Latih Guru SD Batanghari Susun Soal HOTS Berbasis AI

Minggu, 20 September 2026 - 12:43 WIB

UBR Jambi Kukuhkan 688 Lulusan FIKes, Siap Fasilitasi Karier Internasional Lewat Migran Centre

Minggu, 20 September 2026 - 12:38 WIB

UBR Jambi Gelar Yudisium Dan Sumpah Profesi Kesehatan

Rabu, 16 September 2026 - 07:45 WIB

FH UNJA dan Disdik Jambi Perkuat Pengelolaan Pendidikan Daerah

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

Tim FH UNJA Beri Edukasi UU SPPA di SMAN 6 Muaro Jambi

Berita Terbaru

Dianda Putra memimpin jalannya apel pagi untuk mewakili Wali Kota Sungai Penuh, Alfin.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Dianda Putra Pimpin Apel Tekankan Disiplin Pegawai

Senin, 21 Sep 2026 - 20:32 WIB