Jambi, oegopost.id – Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan sosial dan kesetaraan gender.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat penurunan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2025) serta Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang dirilis pada Selasa (5/5/2026).
BPS menetapkan IKG Jambi tahun 2025 berada di angka 0,509, turun 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini menandakan perbaikan kondisi kesetaraan gender di berbagai sektor pembangunan.
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha menyampaikan bahwa peningkatan paling terlihat berasal dari sektor kesehatan dan pendidikan perempuan.
Ia menjelaskan bahwa semakin banyak ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, sementara akses pendidikan perempuan terus meningkat.
Saat ini, perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA mencapai 36,77 persen.
Akses Kesehatan dan Pendidikan Dorong Perubahan Gender
BPS menilai dua faktor utama mempercepat penurunan ketimpangan gender di Jambi, yaitu peningkatan layanan kesehatan reproduksi dan perluasan akses pendidikan bagi perempuan.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan saat proses persalinan. Selain itu, kesadaran keluarga terhadap pentingnya pendidikan perempuan juga terus meningkat sehingga partisipasi pendidikan ikut naik.
Jambi Masuki Fase Penuaan Penduduk
Hasil SUPAS 2025 menunjukkan perubahan struktur penduduk di Provinsi Jambi. BPS mencatat pertumbuhan penduduk masih berada di angka rata-rata 1,27 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Namun, BPS juga menemukan bahwa Jambi mulai memasuki fase ageing population atau penuaan penduduk. Proporsi penduduk lanjut usia kini mencapai 9,96 persen, mendekati ambang 10 persen yang menandai struktur penduduk tua.
Kondisi tersebut turut meningkatkan rasio ketergantungan menjadi 45,24. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia non-produktif.
Fertilitas Stabil, Kematian Bayi Menurun
BPS mencatat angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Jambi berada di level 2,23.
Angka ini menunjukkan tingkat kelahiran mulai mendekati replacement level atau tingkat penggantian penduduk.
Di sisi lain, indikator kesehatan mengalami perbaikan. Angka Kematian Bayi (IMR) turun hingga 14,75, menandakan peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di daerah tersebut.
Mobilitas Penduduk Masih Menarik Minat Pendatang
BPS juga mencatat mobilitas penduduk di Jambi tetap tinggi. Tujuh kabupaten/kota di provinsi ini masih menjadi tujuan utama para pendatang.
Migrasi masuk yang lebih tinggi dibandingkan migrasi keluar membuat angka migrasi risen neto Jambi tetap bernilai positif.
Kondisi ini menunjukkan daya tarik wilayah Jambi masih kuat bagi penduduk dari daerah lain.(ar)









