Tanjung Jabung Timur, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, menyalurkan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian untuk menggarap ribuan hektare lahan sawah di wilayah tersebut.
Program ini mendorong petani mempercepat proses tanam pada musim kedua tahun ini.Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjab Timur, Sunarno, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan distribusi benih ke seluruh kelompok tani.
Ia menegaskan petani penerima bantuan kini langsung menanam benih di lahan masing-masing.
“Kami sudah menyalurkan seluruh bantuan dari Kementan untuk musim tanam kedua. Saat ini petani sudah mulai menanam,” ujar Sunarno di Muara Sabak.
Sebaran Bantuan Menjangkau Tujuh Kecamatan
Pemerintah daerah membagikan benih padi varietas Inpari 32 ke tujuh kecamatan dengan total luas lahan 3.371 hektare. Setiap kecamatan menerima bantuan sesuai kebutuhan luas tanam.
Kecamatan Nipah Panjang memperoleh 27.730 kilogram benih untuk 1.072 hektare lahan. Kecamatan Berbak menerima 32.100 kilogram untuk 986 hektare. Rantau Rasau mendapatkan 27.800 kilogram untuk 695 hektare.
Selanjutnya, petani di Muara Sabak Timur menerima 6.375 kilogram benih untuk 255 hektare lahan. Muara Sabak Barat memperoleh 1.850 kilogram untuk 74 hektare.
Kecamatan Geragai mendapatkan 6.295 kilogram untuk 226 hektare, dan Dendang menerima 2.075 kilogram untuk 83 hektare.
Secara total, pemerintah menyalurkan 104.225 kilogram benih padi yang berpotensi menghasilkan sekitar 23.597 ton gabah dengan asumsi produktivitas tujuh ton per hektare.
Dorong Percepatan Tanam dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sunarno menjelaskan bahwa program ini mempercepat musim tanam periode April hingga September. Pemerintah daerah mendorong petani segera menanam agar panen dapat berlangsung pada Agustus.
Selain menyalurkan bantuan benih, pemerintah daerah juga memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menetapkan sekitar 17 ribu hektare lahan sebagai kawasan pertanian padi.
Pemkab Tanjab Timur juga menjalankan kebijakan pembelian beras lokal oleh ASN setiap bulan untuk membantu menyerap hasil panen petani. Program ini sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat daerah.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.(ar)









