Merangin, oegopost.id – Gubernur Jambi Al Haris meninjau lokasi banjir di Kabupaten Merangin pada Sabtu (2/5/2026). Ia juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga yang terdampak bencana.
Ia mengunjungi Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan. Wilayah ini terdampak cukup parah akibat luapan Sungai Batang Tembesi setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut.
Di lokasi, Al Haris berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan keluhan dan mencatat kebutuhan mendesak masyarakat.
Ia meninjau kerusakan rumah dan infrastruktur. Ia juga melihat akses transportasi yang terputus akibat banjir.
Penyebab Banjir dan Kondisi Lapangan
Al Haris menyampaikan keprihatinan atas bencana ini. Ia mengajak warga tetap sabar dan kuat menghadapi situasi.
Ia menjelaskan bahwa banjir tidak hanya berasal dari faktor alam. Aktivitas manusia seperti kerusakan hutan dan pendangkalan sungai juga berperan.
Dalam peninjauan, ia menemukan jembatan gantung yang putus. Jembatan itu menjadi akses utama warga.
Ia juga menerima laporan beberapa rumah hanyut terbawa arus banjir.
Langkah Tanggap Darurat
Al Haris meminta Pemkab Merangin segera menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini mempercepat penanganan dan distribusi bantuan.
Ia juga menginstruksikan penyediaan perahu penyeberangan gratis. Fasilitas ini membantu warga yang terdampak putusnya jembatan.
“Anak-anak tetap harus sekolah. Kita siapkan perahu gratis sementara jembatan belum dibangun,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemkab Merangin berencana membangun kembali jembatan. Struktur baru akan dibuat lebih kuat dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Data Dampak Banjir
Wakil Bupati Merangin Khafid menyampaikan banjir terjadi setelah hujan deras selama dua hari. Peristiwa ini terjadi pada akhir April 2026.
Ia mencatat 82 kepala keluarga terdampak di Desa Pulau Bayur. Tiga rumah warga juga hanyut.
Putusnya jembatan menghambat aktivitas warga. Pelajar menjadi kelompok yang paling terdampak karena akses sekolah terputus.
Pemerintah daerah dan provinsi kini mempercepat penanganan darurat. Mereka juga menyiapkan pemulihan infrastruktur agar aktivitas warga kembali normal.(ar)









