Jambi, oegopost.id – OJK Jambi awasi pemulihan Bank Jambi pasca serangan siber secara ketat setelah insiden keamanan digital yang terjadi pada 22 Februari 2026. OJK Jambi menegaskan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan nasabah.
Kepala OJK Jambi menegaskan bahwa OJK Jambi awasi pemulihan Bank Jambi pasca serangan siber dengan mengedepankan perlindungan dana nasabah serta kepatuhan terhadap regulasi POJK Nomor 22 Tahun 2023.
Bank Jambi kemudian menuntaskan penggantian dana nasabah yang terdampak pada 27 Februari 2026 sebagai bentuk tanggung jawab pemulihan layanan.
OJK Bangun Kolaborasi untuk Amankan Dana
OJK Jambi menggandeng berbagai pihak dalam penanganan insiden ini, termasuk Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dan unit Inovasi Teknologi Sektor Keuangan. Tim gabungan ini berhasil melacak serta mengamankan sejumlah dana yang sempat terdampak, kemudian mengembalikannya ke kas Bank Jambi.
Selain itu, OJK memerintahkan Bank Jambi untuk menjalankan audit forensik secara menyeluruh. Bank juga menunjuk auditor independen untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif dan transparan.
Layanan Perbankan Kembali Berangsur Normal
Bank Jambi mulai memulihkan layanan operasional secara bertahap. Layanan ATM On Us, mesin CRM, dan web teller sudah kembali beroperasi normal.
Namun, Bank Jambi masih memperbaiki layanan ATM Off Us dan mobile banking sambil menunggu izin regulator. Untuk menjaga kelancaran layanan, bank juga memperpanjang jam operasional dan membuka layanan pada hari libur.
Selain itu, Bank Jambi menambah jumlah petugas layanan seperti teller dan customer service guna mengurangi antrean nasabah di kantor cabang.
Penguatan Keamanan Sistem dan Kontrol Internal
OJK meminta Bank Jambi memperkuat sistem pengendalian internal, terutama pada transaksi manual yang masih berjalan. Bank juga mempercepat pemulihan layanan digital dengan pendekatan bertahap dan terukur.
Untuk meningkatkan keamanan, Bank Jambi mengaktifkan Fraud Detection System (FDS) dan membangun Security Operation Center (SOC) yang beroperasi selama 24 jam penuh.
OJK juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Bank Jambi menjalankan komunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengurangi kekhawatiran nasabah.
OJK Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh
OJK Jambi terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tata kelola dan manajemen risiko internal Bank Jambi. Pemeriksaan ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Di sisi lain, OJK juga menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendalami kasus serangan siber tersebut secara menyeluruh.
Penguatan Kepemimpinan dan Sistem Keamanan Digital
OJK Jambi menilai kehadiran Sudirman sebagai Komisaris Utama Non Independen dapat memperkuat koordinasi antara Bank Jambi dan pemerintah daerah. Peran ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan respons terhadap tantangan operasional.
Ke depan, OJK menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan siber di seluruh sektor perbankan. OJK menilai keandalan sistem teknologi informasi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas industri keuangan serta kepercayaan masyarakat.(Sy*d)









