DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Jambi menyoroti dugaan aktivitas PETI yang disebut berpotensi memicu banjir di Sarolangun,( Poto : sepucuk jambi).

DPRD Jambi menyoroti dugaan aktivitas PETI yang disebut berpotensi memicu banjir di Sarolangun,( Poto : sepucuk jambi).

Jambi, oegopost.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz, menyoroti dugaan PETI penyebab banjir Sarolangun yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menyebut pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menduga banjir bandang terjadi akibat aktivitas ilegal di wilayah hulu sungai.

“Kami menerima informasi dari masyarakat yang mencurigai banjir ini berkaitan dengan aktivitas ilegal seperti PETI,” kata Hafiz di Jambi, Senin.

Warga Diduga Melihat Kerusakan Lingkungan di Wilayah Hulu

Hafiz menjelaskan bahwa sebagian warga menduga kegiatan pertambangan ilegal di kawasan hulu telah merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem sungai. Kondisi tersebut kemudian memperbesar dampak banjir saat curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Sarolangun Jambi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak kembali terjadi. Hafiz juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan harus mengikuti aturan, memiliki izin resmi, dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa pelaku usaha tidak boleh mengutamakan keuntungan tanpa mempertimbangkan keselamatan masyarakat.

DPRD Siap Koordinasi Penanganan Tambang Ilegal

DPRD Provinsi Jambi berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat untuk menangani persoalan tersebut. “Kami siap mendukung penanganan tambang ilegal dan dampak bencana sesuai kewenangan DPRD,” ujarnya.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, meminta warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Ia menyebut BMKG masih memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam dua hari ke depan.

Baca Juga :  Posbankum Jambi Perluas Layanan Bantuan Hukum Desa

Banjir Rendam Permukiman dan Rusak Fasilitas Umum

Banjir yang terjadi pada Minggu (26/4) dini hari merendam sejumlah wilayah di Sarolangun, termasuk Kecamatan Bathin VIII, Batangasai, Cermin Nan Gedang, dan Kecamatan Sarolangun. Luapan Sungai Batangasai dan Sungai Batang Tembesi merendam rumah warga, lahan pertanian, serta merusak fasilitas umum seperti jembatan. BMKG mengingatkan kondisi atmosfer masih tidak stabil sehingga potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak
RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055
Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla
Polisi Bongkar Mafia BBM Subsidi di Jambi, Operator SPBU Ikut Bermain
251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah
Orang Rimba dilibatkan, Bantu Cegah Karhutla Jambi
Muaro Jambi Raih Penghargaan Mitra Pemasyarakatan di HBP ke-62
Kunjungan kerja Menteri Hukum RI ke Jambi: Disambut Tarian Sekapur Sirih dan Resmikan Posbankum
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun

Selasa, 28 April 2026 - 05:00 WIB

251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB