Jakarta, oegopost.id – Operator telekomunikasi di Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak memperoleh keuntungan langsung dari skema kuota internet dalam paket data. Selain itu, perusahaan menjelaskan bahwa sistem kuota hanya mengatur penggunaan layanan dan kapasitas jaringan, bukan menghasilkan laba tambahan dari sisa kuota yang tidak terpakai.
Selanjutnya, operator memaparkan bahwa mereka menyusun harga paket internet berdasarkan berbagai komponen biaya. Mereka mengalokasikan dana untuk investasi infrastruktur jaringan, biaya operasional, serta penggunaan spektrum frekuensi.
Bantahan atas Isu Keuntungan Kuota Tidak Terpakai
Mereka menegaskan bahwa mereka tidak menjadikan kuota yang tidak terpakai sebagai sumber pendapatan tambahan. Operator menegaskan bahwa kuota berfungsi sebagai akses layanan jaringan sehingga tidak dapat menjadi saldo yang otomatis menambah pendapatan perusahaan.Selain itu, mereka menilai sebagian pihak salah memahami mekanisme pengelolaan kuota dalam sistem jaringan.
Sementara itu, sejumlah pihak mendorong pemerintah dan operator untuk meningkatkan transparansi dalam sistem paket data. Oleh karena itu, mereka meminta penjelasan yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai cara penentuan harga dan mekanisme penggunaan kuota internet.
Dengan transparansi yang lebih baik, publik dapat memahami struktur biaya layanan digital secara lebih menyeluruh.
Bisnis Telekomunikasi Dinilai Kompleks
Akhirnya, operator menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi memiliki struktur yang kompleks. Dengan kata lain, pendapatan perusahaan bergantung pada investasi jaringan, pemeliharaan infrastruktur, dan biaya operasional, bukan pada kuota yang tidak terpakai.***









