Jakarta, oegopost.id – Riset terbaru dari Counterpoint Research mengungkap fakta menarik soal kondisi pasar HP global pada kuartal III-2026. Meskipun jumlah pengiriman unit ponsel merosot tajam hingga 19 persen secara tahunan, total pendapatan industri justru melonjak 3 persen.
Produsen smartphone mengantongi nilai transaksi sebesar 114 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.062 triliun sepanjang Juli hingga September. Lonjakan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 27 persen menjadi kunci utama yang menyelamatkan pendapatan para vendor dari jurang penurunan.
Rata-rata harga ponsel global kini menyentuh angka 442 dollar AS, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan biaya komponen memori dan pergeseran minat konsumen ke HP flagship memaksa produsen menaikkan harga jual produk mereka.
Rincian Performa 5 Vendor Ponsel Penguasa Pendapatan Global
Apple mengukuhkan dominasinya di posisi puncak dengan menguasai 50 persen pangsa pendapatan smartphone global. Raksasa teknologi asal Cupertino ini mencatatkan kenaikan pendapatan 17 persen dibanding kuartal III-2025, sekaligus mencetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Penjualan manis iPhone 17 Series dan dorongan awal dari peluncuran iPhone 18 Pro Series sukses mendongkrak harga rata-rata iPhone hingga 19 persen menjadi 1.031 dollar AS. Strategi penyesuaian harga lini iPhone lama pada September turut memperkuat posisi keuangan Apple.
Samsung menyusul di urutan kedua dengan mengantongi pangsa pendapatan sebesar 19 persen. Perusahaan asal Korea Selatan ini membukukan pertumbuhan pendapatan 14 persen secara tahunan berkat kenaikan harga rata-rata ponselnya menjadi 367 dollar AS.
Lini Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Z Fold 8 memberi kontribusi besar pada segmen premium Samsung. Meskipun pengiriman unitnya kalah dalam nilai pendapatan dari Apple, Samsung tetap memimpin volume pengiriman ponsel global dengan menguasai 22 persen pangsa pasar.
Xiaomi menempati peringkat ketiga dengan raihan pangsa pendapatan 6 persen. Berbeda dari dua pesaing utamanya, pendapatan Xiaomi cenderung stagnan, namun pertumbuhan harga jual rata-rata mampu mengimbangi dampak penurunan volume pengiriman unit.
Oppo dan Vivo mengamankan posisi keempat dan kelima dengan pangsa pendapatan masing-masing 5 persen dan 4 persen. Kedua vendor asal China ini sama-sama mengalami penurunan pendapatan tahunan, masing-masing sebesar 26 persen untuk Oppo dan 22 persen untuk Vivo.
Prospek Pasar Ponsel Menjelang Akhir Tahun dan Masa Depan
Counterpoint memprediksi tren pertumbuhan pendapatan ini tidak akan bertahan pada kuartal IV-2026. Penurunan jumlah pengiriman unit ponsel diperkirakan bakal lebih besar daripada kenaikan harga rata-rata perangkat, sehingga pendapatan industri berpotensi menyusut kembali.
Kenaikan harga komponen memori diperkirakan terus mengikis margin keuntungan pabrikan hingga sepanjang tahun 2027. Kondisi ini membuat harga smartphone di tingkat konsumen tetap tinggi, meski laju penurunan volume pengiriman mulai melambat.
Produsen smartphone memprediksi tekanan biaya komponen baru mereda pada 2028 mendatang. Namun, alih-alih menurunkan harga jual ponsel, para vendor lebih memilih menggunakan efisiensi biaya tersebut untuk meningkatkan spesifikasi perangkat keras mereka.(ar)









